blesscar.co.id –

JAKARTA – Toyota belum bisa menggaransi kehadiran mereka di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) tahun ini. Mereka akan memantau dulu situasi pandemi virus Corona (Covid-19), sebelum memutuskannya.

Seperti diketahui, pelaksanaan GIIAS 2020 telah diputuskan mundur gara-gara pandemi virus Corona. GIIAS di Serpong, Tangerang yang awalnya ingin dilaksanakan pada 7 – 17 Agustus diundur menjadi 22 Oktober – 1 November.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan pihaknya amat berharap bisa ikut pameran tersebut. Pasalnya, ini adalah pameran otomotif paling besar di Tanah Air selain Indonesia International Motor Show (IIMS) yang juga telah ditunda.

“Pastinya kami sebagai APM (Agen Pemegang Merek) ingin ikut karena ini satu ajang tepat dan baik untuk berkomunikasi dengan konsumen,” ucap dia dalam konferensi pers virtual melalui Live Instagram beberapa waktu lalu.

Dia sendiri sempat terkesan memberi ‘kode’ peluncuran mobil listrik Toyota di sana. Ketika menjawab mengenai kelanjutan rencana Toyota meluncurkan mobil listrik pada 2020, ia menjawab GIIAS adalah ‘ajang menarik untuk menghadirkan mobil-mobil masa depan’.

Namun, Anton belum bisa menjawab secara tegas Toyota akan hadir dalam GIIAS 2020. Toyota, menurut dia, pastinya harus melihat juga situasi kondisi pandemi virus Corona ketika itu seperti apa.

“Karena, kalau masih belum membaik atau recover (memulih), sulit ya membayangkan satu aktivitas yang mengumpulkan orang sebanyak itu. Jumlah pengunjung GIIAS itu, kan, bisa ratusan ribu orang. Kami akan mengikuti dan melihat arahan pemerintah seperti apa. Tergantung, situasinya seperti apa,” ujar dia.

Sebagai gambaran, GIIAS 2019 diklaim dikunjungi oleh 472.956 orang selama 10 hari pembukaan pameran untuk publik. Angka tersebut naik sekitar 20 persen dari edisi 2018, saat jumlah pengunjung mendekati 450 ribu orang.

Toyota, tambah Anton, punya harapan situasi pandemi pada Oktober sudah membaik dan masyarakat dalam kondisi sehat. Dengan demikian, tidak ada penghambat untuk mengikuti GIIAS 2020.

“GIIAS ini menarik, karena tidak hanya menjadi ajang berjualan. Tapi edukasi juga,” tegasnya.

Sekadar mengingatkan, pandemi virus Corona diketahui masuk Indonesia ketika pemerintah mengumumkannya pada 2 Maret 2020. Sejak itu hingga data terakhir per 12 Mei, jumlah kasus positif terinfeksi mencapai 14.749 orang (3.063 sembuh, 1.007 meninggal).

Pandemi juga telah mengganggu perekonomian serta pasar otomotif nasional. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sampai merevisi target penjualan mobil 2020 menjadi 600 ribu unit saja, turun jauh hingga 40 persen jika dibandingkan capaian pada 2019. [Xan/Ari]

Mobil123