blesscar.co.id –

SEMARANG – Jalan Tol Semarang – Solo KM 426+600 arah Jakarta sempat tertutup longsor pada hari Sabtu (30/05), pukul 22.48 WIB.

Longsor tersebut diklaim terjadi karena tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut sehingga tanah tebing di samping jalan tol longsor ke jalur. Kondisi tersebut sempat membuat ruas tol ke arah Jakarta tertutup.

“Kejadian longsor ini disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga tanah tebing di samping jalan tol longsor ke jalur. Sempat tertutup seluruh lajur ke arah Jakarta, sementara jalur arah Solo tidak terganggu,” terang David Wijayatno, Direktur Utama PT Trans Marga Jateng.

Untuk menangani longsor ini, PT Trans Marga Jateng pun dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang serta jajaran Polres Semarang. Pembersihan ini masih dilakukan dan meski baru 1 lajur, tol sudah dapat dilalui lagi.

Beredar Foto Hoax

Dalam musibah seperti ini, sejumlah informasi hoax langsung menyebar khususnya melalui aplikasi WhatsApps. Pesan tersebut menampilkan foto yang menyampaikan kondisi tol Ungaran setelah longsor.

Terlihat dalam foto bahwa longsor tersebut menyebabkan seluruh ruas jalan tol tertutup tanah dan tidak bisa dilintasi lagi. Padahal kenyataan dilapangan, hanya ruas tol ke arah Jakarta saja yang tertutup longsor dan situasinya sudah membaik.

“Sehubungan dengan beredarnya foto terkait dampak longsor di Jalan Tol Semarang-Solo Km 426+600 arah Jakarta melalui Whatsapp Group dan media sosial lainnya, bersama ini kami tegaskan bahwa foto yang beredar tersebut adalah Hoax karena tidak menggambarkan kondisi sebenarnya,” tegas Jasa Marga di Instagram.

Bukan yang Pertama
Meski hingga kini belum ada informasi korban jiwa, kejadian ini tetap patut disayang. Pasalnya, sejumlah tol juga pernah mengalami kondisi serupa yaitu terkena dampak dari longsor hingga menutup sebagian ruas jalan.

Pada pertengahan Februari 2020, longsor juga terjadi di jalan tol Cipularang KM 118+600 arah Jakarta. Ketika itu diinformasikan bahwa curah hujan yang tinggi menjadi penyebab utama terjadinya longsor di kawasan tersebut.

Setelah kejadian tersebut, informasi hoax juga langsung menyebar di sejumlah aplikasi hingga membuat keresahan pengguna jalan. Untungnya pihak Jasa Marga melakukan penanganan cukup cepat untuk menghalau hoax tersebut.  Perbaikan jalan pun dilakukan dan baru selesai sekitar bulan April 2020. Sejumlah langkah sudah dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kejadian serupa di masa depan. [Adi/Ari]

Mobil123