blesscar.co.id –

NEW DELHI – Tak ada satu pun mobil terjual di India pada April 2020 setelah memutuskan lockdown untuk mengatasi penyebaran virus Corona.

Penjualan otomotif di India berada di titik nadir. Seperti kita ketahui bersama, India mengambil langkah tegas untuk mencegah penyebaran virus Corona dengan melakukan lockdown mulai 25 Maret 2020 dan rencananya hingga 17 Mei 2020.

Sama seperti semua negara di dunia, perekonomian India kemudian melambat apalagi sempat terjadi kerusuhan di beberapa wilayah akibat diberlakukannya lockdown. Hal ini kemudian memukul semua sektor industri, termasuk otomotif.

Seperti yang dilaporkan The Times of India, pada April 2020 tak satu pun mobil terjual di negeri dengan 1.3 miliar penduduk ini. Pasar domestik India benar-benar terdampak hingga ke titik yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Sebagai informasi, dari data yang dihimpun dari Society of Indian Automobile Manufacturers (SIAM), pada financial years 2019-2020 total penjualan mobil di India mencapai 2.773.575 unit. Angka ini sejatinya turun dibandingkan 2018-2019 yang mencapai 3.288.581 unit dan 3.377.389 unit pada 2017-2018. Ini tentu jauh lebih besar dibandingkan penjualan otomotif Indonesia yang beberapa tahun belakangan bereada di kisaran 1 juta unit per tahun.  

Pemandangan kontras terjadi jika dibandingkan penjualan April 2020. Menurut pabrikan otomotif terbesar India Mahindra & Mahindra, April 2019 mereka mencatat penjual 41.603 unit Sementara raksasa otomotif lainnya Maruti Suzuki India Limited dilaporkan berhasil menjual 134.068 unit pada April 2019. 

“Di Mahindra, kami bekerja bahu membahu dengan semua pihak terutama dealer dan suplier untuk memulai ekosistem kami begitu kebijakan lockdown dicabut,” Veejay Nakra, Chief Executive Officer (CEO) Mahindra & Mahindra’s automotive division.

Veejay menambahkan bahwa keamanan semua karyawannya akan menjadi sangat penting sambil tentu melanjutkan operasi Mahindra. Ia berharap mereka akan segera membuka kembali dealer dan kembali berjualan untuk menutupi ketertinggalan penjualan.

SIAM sendiri mengatakan bahwa saat ini industri otomotif telah mengalami kerugian besar. Angka kerugian berkisar di angka setara Rp 4.5 triliun per hari.

Dengan kondisi yang sangat berat ini pabrikan-pabrikan otomotif India meminta bantuan kepada pemerintah setempat terutama masalah pajak. Hal ini bahkan sudah dibicarakan sebelum wabah virus Covid-19 melanda. [Ari]

Mobil123