blesscar.co.id –

JAKARTA – Dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat warga Jakarta kembali bekerja dari kantor pada Senin (8/6/2020). Kaum pekerja di Ibu Kota bisa tenang karena ganjil – genap belum berlaku setidaknya untuk satu pekan pertama.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat (4/6/2020) kembali memperpanjang PSBB yang telah berlangsung sejak 10 April 2020 itu hingga akhir Juni. Namun, PSBB bulan ini adalah masa transisi menuju new ‘normal’ atau kenormalan baru di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), sehingga ada beragam kelonggaran seperti pembukaan kembali kantor-kantor yang tentunya disertai dengan protokol kesehatan.

Di antara relaksasi itu adalah dibukanya kembali perkantoran. Di sektor transportasi, kendaraan pribadi juga bisa mengangkut penumpang hingga penuh dengan satu syarat. Ojek online pun boleh kembali mengangkut orang.

Anies juga mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 yang turut mengatur soal penerapan kembali ganjil – genap di masa PSBB transisi. Akan tetapi, di dalamnya tidak disebutkan kapan ganjil – genap berlaku lagi, setelah lama non-aktif di masa pandemi.

Menurut Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, penerapan ganjil – genap di masa PSBB transisi masih mereka evaluasi bersama para pemangku kepentingan. Proses ini berlangsung kurang – lebih sepekan ke depan, hingga 12 Juni.

Karena itu, belum ada kepastian penerapan ganjil – genap. Keputusan bakal mereka ambil pada tanggal itu, atau maksimal sehari setelahnya.

“Kami pastikan untuk waktu sekitar tanggal 12 atau 13  Juni 2020 nanti akan ada keputusan apa nantimya ganjil – genap bisa diberlakukan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, seperti dikutip dari NTMC Polri pada akhir pekan lalu.

Evaluasi melibat antara lain Polda Metro Jaya serta Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta. Selama satu minggu warga berkerja di luar rumah, mereka bakal menganalisis bisa atau tidaknya penerapan ganjil – genap dalam situasi ini.

Kebijakan pembatasan kendaraan itu sendiri di DKI sudah nonaktif sejak 29 Maret silam, tak lama setelah pemerintah pusat mengumumkan hadirnya pandemi Covid-19 pada 2 Maret. Penonaktifan terus diperpanjang karena kondisi belum memungkinkan.

Virus Corona, yang penularannya amat mudah terjadi dalam kerumunan, muncul pertama kali di China pada akhir 2019 dan menyebar ke lebih dari 200 negara/teritori dengan cepat. World Health Organization (WHO) sampai mengkategorikannya sebagai pandemi. [Xan/Ari]

Mobil123