blesscar.co.id –

JAKARTA – Suzuki bukannya menunda peluncuran model baru di Indonesia karena ada pandemi virus Corona (Covid-19), tapi malah berencana mempercepatnya. Ini dilakukan untuk ‘menjaga kestabilan pasar pascapandemi’.

Kebijakan Suzuki saat pandemi memang agak berbeda dari para pesaing mereka. Sejak bencana ini menimpa Indonesia pada awal Maret, beberapa kompetitor seperti Honda dan Mitsubishi mengutarakan kemungkinan menunda rencana perkenalan produk baru pada 2020. Tapi Suzuki mengaku tak bakal membatalkan rencana peluncuran.

“Dikarenakan ada kejadian yang tidak kami inginkan alias Corona ini, kami juga langsung melakukan global meeting. Dari Suzuki berkomitmen bahwa yang pertama tidak akan ada pengurangan peluncuran produk baru, terutama untuk pasar Indonesia. Jadi, berdasarkan apa yang sudah direncanakan, kami akan tetap berpegang teguh melakukan peluncurannya,” papar Harold Donnel selaku Head of 4W Brand Development & Marketing Research PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) dalam Diskusi Virtual Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot), Kamis (5/6/2020).

Sejak Januari hingga awal Juni tahun ini, Suzuki telah mengaspalkan empat model anyar di Tanah Air. Mereka memulai dari Ertiga minor change (Januari), lalu berlanjut ke XL7 (Februari), Carry Pick-Up Luxury (Maret), ditambah Ignis facelift (April).

“Suzuki pada 2020 itu meluncurkan hampir semua lini produk baru kami pada kuartal satu 2020,” jelas Harold.

Suzuki Tak hanya tetap meluncurkan produk sesuai rencana di tengah pandemi. Mereka pun berpikir untuk mempercepat penjualan model anyar.

“Produk ini sebenarnya sudah masuk dalam rencana (diperkenalkan di Indonesia). Tapi tak secepat itu,” tandasnya tanpa merincikan rencana percepatan waktu peluncuran model yang dimaksud.

Compact dan Ekonomis
Suzuki, tandas Harold, merasa kondisi masyarakat yang lebih sensitif terhadap pengeluaran di masa pandemi Covid-19 justru menjadi kesempatan bagi produk itu. Mereka telah memulai riset untuk memajukan peluncurannya.

“Melalui (FGD) Focus Group Discussion yang kami lakukan secara internal, kami melihat ada salah satu ceruk pasar yang berhubungan dengan kekuatan ekonomi masyarakat yang mungkin bisa kami olah. Kami sedang dalam studi untuk bisa melihat kekuatan ekonomi masyarakat seperti apa dan kami bisa mengisinya dengan kendaraan apa. Ini karena memang stok kendaraan Suzuki di dunia cukup banyak,” pungkasnya.

Tak banyak petunjuk yang ia berikan mengenai calon produk baru Suzuki itu. Hanya dua kata kunci darinya yakni ‘kompak’ plus ‘terjangkau’—yang memang jadi ciri khas merek tersebut.

“Ada kebutuhan masyarakat yang mungkin membutuhkan kendaraan lebih kompak, lebih praktis, tapi tak terlalu mahal sehingga kami akselerasi studi tersebut. Menurut kami ini bisa diterjunkan di waktu sangat tepat untuk mendukung kestabilan pasar otomotif setelah pandemi,” tutup Harold. [Xan/Ari]

Mobil123