blesscar.co.id –

JAKARTA – Pasar mobil bekas di Indonesia pada April kemarin merasakan betul dampak dari pandemi virus Corona (Covid-19). Pelaku usaha mengaku pada bulan itu nyaris lumpuh alias tidak ada pembeli mobil seken.

Eksekutif Suzuki Indonesia yang berwenang untuk lini bisnis mobil bekas mengatakan bahwa kondisi pasar mobil bekas, sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diterapkan di banyak daerah pada April, menjadi luar biasa lesu. Ini mereka amati dari kondisi bisnis di kota-kota besar, khususnya Jabodetabek, Surabaya, Semarang.

Pandemi Corona sendiri diketahui masuk Indonesia saat pemerintah mengumumkannya pada 2 Maret 2020. Sementara, PSBB, yang membatasi mobilitas orang serta kendaraan di luar rumah, diawali oleh Jakarta pada 10 April dan diikuti oleh makin banyak provinsi maupun kabupaten/kota lainnya hingga detik.

“Dampak (pandemi) sangat dalam terutama setelah PSBB. Jadi, saat sebelum PSBB dengan setelah PSBB kondisi berbeda. Setelahnya, permintaan sangat kecil. Malah nyaris tak ada. Jadi kami sangat tergantung pada hasil follow up konsumen yang menyatakan kebutuhan dari jauh-jauh hari. Konsumen baru ada tapi sangat kecil,” papar Hendro Kaligis selaku Business Development Head PT Suzuki Indomobil Sales dalam Diskusi Virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada Kamis (7/5/2020) sore.

Ia tidak bisa menjelaskan volume pasar mobil seken secara keseluruhan di Tanah Air pada April. Pasalnya, mereka tidak memiliki asosiasi yang bersifat nasional seperti Gaikindo di sektor mobil baru atau AISI di sepeda motor baru.

“Industri mobil bekas secara umum tidak terorganisir datanya. Hanya saja beberapa teman di bursa menyampaikan mereka bisa turun sampai 80 persen (April dibandingkan Maret),” tukas dia.

Situasi tersebut diakui turut menimpa Suzuki Auto Value, dealer mobil bekas resmi Suzuki, meski tidak separah pasar secara umum. Pada April, Suzuki Auto Value secara total hanya mampu menjual 15 unit.

“Turunnya 70 persen (dibandingkan Maret). Pada Maret kami bisa menjual sekitar 50 unit, tapi di April cuma 15 – 16 unit saja,” tandas Hendro.

Maret Rekor
Anjloknya penjualan Suzuki Auto Value pada April terjadi setelah hasil bagus pada Maretnya. Malahan, pada bulan ketiga itu penjualan mereka melebihi puncak penjualan 2019 yang terjadi sebelum Lebaran.

“Maret itu naiknya hampir 70 persen terhadap Februari,” Hendro.

Prestasi Maret ia nilai terjadi karena dua faktor. Pertama adalah penjualan Februari yang memang drop sebagai impak banjir pada awal tahun, sedangkan faktor kedua adalah pembelian dari orang-orang yang mulai bersiap untuk mudik Lebaran pada Mei ini.

“Karena itulah kami awalnya berpikir bisa survive. Tapi ternyata di akhir Maret mulai ada tanda-tanda orang sudah mulai bergeser prioritasnya dan puncaknya adalah sewaktu PSBB,” tutup Hendro. [Xan/Ari]

Mobil123