blesscar.co.id –

JAKARTA –  Setelah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama kurang lebih 3 bulan, perusahaan di DKI Jakarta sudah mulai kembali beroperasi dalam masa PSBB transisi.

Hari ini, Senin, 8 Juni 2020 pun menjadi hari pertama bagi sejumlah perusahaan di DKI Jakarta melakukan aktivitasnya. Kepadatan lalu lintas pun mendapat perhatian khusus dari masyarakat. Ini karena selama PSBB, kepadatan lalu lintas berkurang drastis.

Namun tenyata kenyataannya sedikit berbeda. Beberapa jalan utama di DKI Jakarta seperti Tol Dalam Kota, jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kalimalang terpantau ramai lancar. Kepadatan hanya terjadi di beberapa titik tertentu. Padahal, di jalan-jalan tersebut biasanya merupakan puncak kepadatan setiap pagi di kondisi normal.

Berdasarkan pantauan Mobil123, kepadatan hanya terjadi di Kalimalang karena ada perbaikan jalan di depan Sekolah Tinggi Sapta Taruna. Kemudian di Cawang, depan hotel Ibis Cawang dan gerbang tol Halim arah ke Jakarta karena adanya pembangunan jalur LRT.

Sementara di tol dalam kota kepadatan juga terjadi dibeberapa titik. Selain di gerbang tol Halim, kepadatan juga terjadi di Pancoran. Meski demikian, kepadatan tidak mengular terlalu jauh karena kebijakan contraflow telah dijalankan.

Meski Jakarta sudah mulai melakukan pelonggaran PSBB, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memberlakukan sistem pembatasan kendaraan Ganjil Genap di jalan-jalan utama. Peniadaan pembatasan kendaraan ini diharapkan bisa mengurangi masyarakat untuk menggunakan angkutan massal.

Menurut Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, penerapan ganjil – genap di masa PSBB transisi masih mereka evaluasi bersama para pemangku kepentingan. Proses ini berlangsung kurang – lebih sepekan ke depan, hingga 12 Juni.

Karena itu, belum ada kepastian penerapan ganjil – genap. Keputusan bakal mereka ambil pada tanggal itu, atau maksimal sehari setelahnya.

“Kami pastikan untuk waktu sekitar tanggal 12 atau 13  Juni 2020 nanti akan ada keputusan apa nantimya ganjil – genap bisa diberlakukan,” kata Kombes Pol Yusri Yunus, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

Evaluasi melibat antara lain Polda Metro Jaya serta Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta. Selama satu minggu warga berkerja di luar rumah, mereka bakal menganalisis bisa atau tidaknya penerapan ganjil – genap dalam situasi ini.

Kebijakan pembatasan kendaraan itu sendiri di DKI sudah nonaktif sejak 29 Maret silam, tak lama setelah pemerintah pusat mengumumkan hadirnya pandemi Covid-19 pada 2 Maret. Penonaktifan terus diperpanjang karena kondisi belum memungkinkan.

Meski tidak ada pembatasan Ganjil Genap, petugas Kopolisian pun terlihat cukup banyak di jalanan untuk melakukan pengaturan jalan. Mereka juga melakukan pengawasan untuk memastikan pengendara tetap menggunakan masker saat melakukan perjalanan. [Adi/Ari]

Mobil123