blesscar.co.id –

LONDON – Konglomerat Inggris Sir James Dyson akhirnya buka-bukaan soal proyek mobil listriknya yang gagal tahun lalu. Termasuk soal kerugian finansial yang dialaminya.

Nama Dyson tidak asing lagi di industri elektronik. Ini adalah nama merek penyedot debu tersohor dunia yang memang didirikan oleh Sir James Dyson.

Pada 2014, laki-laki kelahiran 2 Mei 1947 ini memulai proyek mobil listrik. Pada 2017 ia mengumumkan rencana investasi 2 miliar pound sterling (Rp 36,31 triliun) untuk riset serta pengembangan kendaraan plus baterainya. Kemudian, pada 2018, ia mengumumkan produksinya bakal dilakukan di luar Inggris, tepatnya Singapura.

Setelah berjalan lima tahun, tepatnya pada Oktober 2019, ia dengan berat hati membubarkannya. Padahal, pada 2020 atau paling lambat 2021, mobil listrik itu direncanakan menjalani debut perdana.

Lama bungkam, orang terkaya di Inggris versi Sunday Time Rich List dengan estimasi kekayaan bersih 16,2 miliar pound sterling (Rp 293 triliun) ini akhirnya buka suara juga mengenai keputusannya. Dalam wawancara dengan Sunday Time beberapa waktu lalu, ia mengatakan telah menggelontorkan 500 juta pound sterling (Rp 9,07 triliun) untuk proyek tersebut.

Uang sebanyak itu bukanlah uang perusahaan. Dyson merogohnya dari brankas serta tabungannya sendiri.

Studi serta pengembangan pun sudah berjalan amat jauh. Saat proyek dibubarkan, Dyson dan tim sudah memiliki prototipe mobil listrik yang bekerja dengan lancar dan baik. Foto-foto penampakan mobil juga dibeberkan oleh Dyson di dalam wawancara.

“Ada kesedihan dan kekecewaan amat besar. Risiko dan kegagalan membayangi kami. Kami mencoba berbagai hal tapi tak berhasil. Itu tidak mudah,” tandasnya.

Ambisi memiliki ‘Tesla dari Inggris’ ia buang jauh-jauh setelah melihat proyek ini tidak cukup kuat dari sisi komersial. Padahal, ia mesti langsung mendapatkan untung atau berada dalam bahaya besar.

“Saya tidak bisa membuat banyak. Saya harus menghasilkan untung di setiap unit yang kami jual nanti, atau saya mengancam kelangsungan hidup perusahaan. Pada akhirnya proyek ini terlalu berisiko. Pihak lain memulai bisnis mobil listrik dengan mengalami kerugian, tapi itu terlalu berisiko bagi kami,” papar dia.

Jarak Tempuh Hampir 1000 Km
Dyson menjelaskan bahwa prototipe mobil listrik yang sudah mereka buat dipanggil ‘N526’. Berbentuk sebuah sport utility vehicle (SUV), N526 berjarak tempuh 600 mil (965,6 km).

Akselerasi 0 – 100 km/jam digapai dalam waktu yang impresif, yaitu 4,8 detik. Adapun kecepatan puncaknya di atas 200 km/jam.

Daya kudanya sendiri menyentuh 543 hp. Torsinya juga ‘gila’, sekitar 649 Nm dari dua motor penggerak. [Xan/Ari]

Mobil123