blesscar.co.id –

JAKARTA – Warga yang nekat mudik Lebaran Idul Fitri 2020 diyakini masih tetap ada meski sudah ada larangan diperkirakan masih. Bahkan, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperkirakan jumlahnya mungkin bakal meningkat semakin mendekati hari raya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat telah mengumumkan larangan mudik Lebaran tahun ini, demi mencegah penularan serta penyebarluasan pandemi virus Corona (Covid-19). Larangan berlaku sejak 24 April kemarin sampai dengan 31 Mei mendatang, untuk daerah-daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB/karantina wilayah versi ‘ringan’—red) maupun zona merah Corona.

Sanksi-sanksi, yang bakal ditegakkan mulai 7 Mei, juga sudah diatur. Hukuman terberat adalah penjara satu tahun atau denda maksimal Rp 100 juta.

Namun, tetap ada saja yang bandel ingin mudik. Malahan, pada perkembangannya muncul jasa penyelundupan pemudik dengan berbagai modus operandi.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jendral Istiono memprediksi sampai Lebaran masih bakal ada warga yang ngotot ingin mudik dengan segala cara. Jumlahnya bisa meningkat mendekati hari-H yang akan jatuh antara 24 atau 25 Mei.

“Kemungkinan, ya, H-7 (ada lonjakan pemudik),” ucap dia, seperti dikutip dari laporan situs NTMC Polri pada akhir pekan lalu.

Polri, menurut Istiono, akan mengantisipasi potensi itu. Cara dengan memperkuat penjagaan di lokasi penyekatan jalan atau Pos Pengamanan Operasi Ketupat Covid-19 2020.

“Penguatan di pos-pos. Tentunya bentuk perkuatannya tetap seperti apa yang sedang kami lakukan sekarang ini. Kami all out (beroperasi dengan total) 24 jam,” tegasnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa selama 10 hari sejak Operasi Ketupat 2020 dimulai pada 28 April, sudah ada 23 ribu kendaraan diminta putar balik. Itu adalah data penyekatan dari Jawa Timur hingga Lampung.

“Yang diputar balik 23 ribu (kendaraan) secara keseluruhan,” kata Istiono.

Sebanyak 171 ribu personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait dilibatkan untuk melaksanakan Operasi Ketupat 2020. Operasi Ketupat bertujuan mengawal warga tidak mudik lebaran selama masa pandemi COVID-19 sesuai kebijakan pemerintah dan akan berjalan hingga 31 Mei 2020 atau H+7 lebaran. [Xan/Ari]

Mobil123