blesscar.co.id –

JAKARTA – Asosiasi pabrikan mobil menilai target penjualan mobil nasional pada 2020 sebanyak 600 ribu unit cukup berat untuk dicapai, gara-gara pandemi virus Corona (Covid-19).

Pengurus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) khawatir target yang sudah direvisi dari awalnya 1,050 juta unit—tak jauh beda dari capaian 1,030 juta unit pada 2019—menjadi hanya 600 ribu unit masih juga tak tercapai. Pasalnya, angka penjualan mobil nasional pada April amat jatuh dan pada Mei kondisi diperkirakan menjadi lebih buruk lagi.

“Melihat hasil April dan Mei yang sedang berjalan, terus terang ada sedikit perasaan was-was di hati saya karena kemungkinan target 600 ribu akan sangat berat sekali,” ucap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo dalam diskusi virtual MarkPlus akhir pekan lalu.

Namun, Nangoi saat itu tidak menyinggung adanya revisi target. Ia juga tidak mengatakan Gaikindo memiliki rencana merevisinya dalam waktu dekat.

Seperti diketahui, pandemi virus Corona diketahui masuk Indonesia pada 2 Maret 2020. Perekonomian dan daya beli nasional langsung terganggu dan ini merembet ke industri otomotif.

Penjualan mobil juga langsung turun, khususnya pada April. Transaksi jual – beli retail (dari dealer ke konsumen) terjerembab 59 persen jika dibandingkan dengan Maret, sementara volume wholesales (distribusi pabrikan ke dealer) terjun bebas 89 persen.

Stok di pasar melimpah. Pabrik – pabrik mobil pun tak beroperasi untuk sementara sejak April, termasuk merek-merek tiga besar yang menguasai lebih dari 80 persen pasar yaitu Toyota, Daihatsu, Honda.

Adapun penjualan retail pada Januari – April berjumlah 243.600-an unit. Volumenya turun 28,5 persen ketimbang periode yang sama pada 2019.

Tebakan Para Pabrikan
Para pabrikan anggota Gaikindo sependapat pasar tahun ini amat berat. Mereka sampai memperkirakan bahwa cepat atau lambat Gaikindo bakal merevisi target untuk kedua kalinya tahun ini.

“Target 600 ribu unit sepertinya akan turun lagi menjadi 500 ribu unit,” sebut Yusak Billy selaku Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor dalam diskusi virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) beberapa waktu lalu.

Pendapat senada juga diutarakan Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor. Ia merasa target kemungkinan direvisi.

“Saya rasa bisa saja direvisi menjadi lebih kecil. Dasarnya adalah perkiraan pertumbuhan ekonomi yg dikeluarkan Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan), daya beli masyarakat yang tidak mencukupi untuk beli mobil, sementara kredit juga sedang berat. Leasing sedang kesulitan juga,” paparnya tanpa mau memperkirakan angka revisinya. [Xan/Ari]

Mobil123