blesscar.co.id –

JAKARTA – Pandemi virus Corona (Covid-19) makin menunjukkan efeknya pada pasar mobil Indonesia. Penjualan mobil nasional pada April 2020 turun di level yang menurut pabrikan ‘tidak pernah mereka lihat sebelumnya’.

Data resmi penjualan pada April 2020 dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memang belum dipublikasikan. Akan tetapi, Daihatsu, salah satu anggota Gaikindo, sudah membeberkan data itu.

Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and CR Division Head PT. Astra International – Daihatsu Sales Operation, mengatakan total penjualan mobil secara retail (dari dealer ke konsumen) di Tanah Air pada bulan itu hanya sekitar 24.300 unit. Penurunannya mencapai 59,8 persen jika dibandingkan dengan Februari, saat pasar masih berjumlah 60.447 unit.

“Itu (penjualan 24.300 unit) adalah kondisi pasar otomotif pada April. Sangat rendah sekali. Ini belum pernah kami lihat sebelumnya,” ucap Hendrayadi dalam konfrensi pers virtual pada Kamis (14/5/2020).

Daihatsu mengakui ini menjadi efek lanjutan dari pandemi virus Corona yang baru diketahui masuk Indonesia ketika pemerintah mengumumkannya pada 2 Maret 2020. Pada April, efek ini ditambah lagi dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di banyak daerah yang membuat  banyak aktivitas perkantoran harus tutup dulu atau dikerjakan dari rumah.

Keterangan mengenai kondisi penjualan roda empat nasional pada April melengkapi informasi mengenai kondisi buruk dari tiga besar merek mobil terlaris di negeri ini. Penjualan retail Daihatsu turun 52 persen jika dibandingkan sebulan sebelumnya, performa Toyota pun merosot dengan persentase yang sama.

Penurunan terparah dari merek di tiga besar dialami oleh Honda. Pasalnya, penjualan retail mereka pada April turun 82 persen dibandingkan Maret.

Wholesales April Lebih ‘Gila’
Penjualan mobil nasional secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) malah lebih ‘gila’ lagi penurunannya pada April. Paparan data dari Daihatsu memperlihatkan volumenya hanya 7.900 unit, minus 89,71 persen ketimbang Februari yang berjumlah 76.800 unit.

Sejak April hingga kini produsen-produsen otomotif memang menyetop sementara perakitan mobil karena PSBB serta melimpahnya stok di pasar. Di antara yang terang-terangan mengumumkannya baik melalui narasumber maupun pernyataan pers adalah Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, Hino.

Total Empat Bulan
Hendrayadi kemudian menjelaskan penjualan mobil di Nusantara sepanjang Januari – April untuk seluruh merek ada di kisaran 243.600-an unit. Penurunannya juga amat signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2019.

“Tahun lalu 340 ribu-an unit, sehingga pasar otomotif sampai April menurun 28,5 persen,” tegasnya.

 Gaikindo sendiri sudah merevisi target penjualan mobil nasional pada 2020 gara-gara pandemi virus Corona. Prediksi awal yaitu 1,050 juta unit dikoreksi menjadi hanya 600 ribu unit (wholesales/distribusi pabrik ke dealer).

Penurunan karena impak virus Covid-19 diyakini mencapai sekitar 40 persen jika dibandingkan pada 2019. Setahun lalu, penjualan mobil mencapai 1,030 juta unit. [Xan/Ari]

Mobil123