blesscar.co.id –

JAKARTA – Penjualan Daihatsu di Indonesia turun 52 persen pada April 2020, bulan kedua pandemi virus Corona (Covid-19), jika dibandingkan dengan Maret.

Pada April kemarin, Daihatsu hanya membukukan penjualan retail (dari dealer ke konsumen) 5.160 unit. Hal ini diketahui dari dua sumber, yaitu keterangan resmi Daihatsu plus data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Merek asal Jepang ini, melalui pernyataan pers pada Kamis (14/5/2020), menjelaskan penjualan retail mereka sepanjang Januari – April kemarin berjumlah 44.346 unit. Adapun raihan pada Januari – Maretnya, berdasarkan data Gaikindo, ialah 39.186 unit.

Selisih antara keduanya lantas menunjukkan raihan transaksi jual – beli retail Daihatsu pada April. Volumenya sendiri (5.160 unit) turun 52,86 persen jika dibanding sebulan sebelumnya.

Bukan Daihatsu saja yang mengalami penurunan penjualan drastis pada bulan kedua pandemi di Tanah Air. Seperti diberitakan sebelumnya, capaian retail Honda terjun bebas 82 persen jika dibandingkan dengan Maret sedangkan Toyota turun 52,53 persen.

Sekadar mengingatkan virus Corona diketahui hadir di Indonesia ketika pemerintah mengumumkannya pada 2 Maret 2020. Virus yang diduga berasal dari kelelawar ini sendiri pertama kali muncul di China pada akhir 2019 dan telah dikategorikan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) karena penyebarannya yang cepat dan masif ke seluruh penjuru dunia.

Begitu masuk Indonesia, virus langsung berdampak pada perekonomian serta pasar otomotif nasional. Penjualan pada Maret sudah menunjukkan penurunan jika dikomparasikan dengan sebulan sebelum itu.

Secara retail, total pasar mobil pada Maret mencapai 60.447 unit. Volume tersebut turun 22,35 persen jika dibandingkan Februari yang berjumlah 66.847 unit.

Adapun total pasar secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) pada Maret ialah 76.800 unit. Angkanya turun 3,52 persen ketimbang Februari yang 79.601 unit.

Dampak pandemi pada Maret ditambah lagi dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) d berbagai daerah. Yusak Billy selaku Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan daerah-daerah yang memberlakukan PSBB setara dengan 70 persen pasar.

Gaikindo pun telah merevisi target penjualan mobil 2020. Angka yang tadinya tak jauh beda dengan capaian 2019 yang berjumlah 1,030 juta unit dikoreksi menjadi hanya 600 ribu unit atau turun 40 persen.

Pasar yang luar biasa lesu membuat banyak pabrik yang ditutup sementara hingga kini. Di antaranya, sebut saja, pabrik Honda, Suzuki, maupun Hino.

Wholesales Daihatsu Lebih Anjlok
Lebih lanjut, dari keterangan resmi Daihatsu dan data Gaikindo, dapat diketahui pula angka wholesales Daihatsu pada April lalu. Volumenya hanyalah 1.130 unit.

Wholesales Daihatsu pada April berkurang sampai 93,78 persen dibandingkan sebulan sebelum itu. Pasalnya pada Maret, Daihatsu membukukan 18.162 unit. [Xan/Ari]

Mobil123