blesscar.co.id –

JAKARTA – Pasar mobil nasional pada April 2020 jatuh amat dalam akibat pandemi virus Corona (Covid-19). Sampai – sampai, volume penjualannya, di masa normal, bisa dicapai Toyota sendirian.

Seperti diberitakan sebelumnya, bulan lalu penjualan retail (dari dealer ke konsumen) hanya mencapai 24.300 unit karena impak pandemi plus penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di banyak daerah. Pasar April turun 59 persen jika dibandingkan dengan Maret.

Penjualan wholesales lebih jatuh lagi. Bagaimana tidak, volumenya hanya 7.900 unit, drop 89 persen dibandingkan Maret yang masih berjumlah 76.800 unit.

Penjualan retail bulan lalu, pada ‘hari-hari biasa’, bisa dicapai oleh merek-merek besar dengan relatif mudah. Lihat, misalnya, penjualan Toyota pada 2019.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan rata-rata penjualan retail mereka per bulan tahun lalu adalah 27.000-an unit. Pasalnya, sepanjang Januari – Desember, mereka berhasil menjual 331.004 unit dengan pangsa pasar 31,17 persen.

Pada 2018, rata-rata penjualan bulanan Toyota malah 29.000-an unit. Sepanjang tahun itu, merek mobil terlaris di Indonesia ini mampu menjual 356.063 unit dengan pangsa pasar 30,9 persen.

Merek mobil terlaris kedua di Nusantara, Daihatsu, normalnya juga menorehkan penjualan yang mendekati capaian April 2020. Ini diakui oleh salah satu eksekutif mereka.

“Ini (penjualan 24.300 unit) biasanya Daihatsu ditambah satu merek lagi saja sudah selesai,” ucap Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and CR Division Head PT. Astra International – Daihatsu Sales Operation (AI – DSO) dalam konferensi pers virtual pada Kamis (14/5/2020) kemarin.

Pada 2019, menurut data Gaikindo, rata-rata penjualan Daihatsu 14.799 unit per bulan. Selama 12 bulan, total penjualan mereka 177.588 unit dengan pangsa pasar 17,4 persen.

Pada 2018, rerata transaksi jual – beli ‘adik’ Toyota ini 16.681 unit. Sepanjang tahun, penjualan mereka 200.178 unit dengan penguasaan pasar 17 persen.

Virus Covid-19, yang baru diketahui publik masuk Indonesia pada 2 Maret 2020, memang amat mengganggu perekonomian nasional. Industri otomotif pun turut terkena impak.

Pandemi sudah berimpak pada penjualan mobil Maret dan April, sehingga total penjualan retail selama empat bulan pertama 2020 hanya 243.600 unit. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, volume turun 28,5 persen.

Gaikindo sendiri sudah merevisi target penjualan nasional 2020. Proyeksi yang awalnya 1,050 juta unit—tak jauh beda dari capaian 2019 yang 1,030 juta unit—diubah secara radikal menjadi hanya 600 ribu unit. [Xan/Ari]

Mobil123