blesscar.co.id –

JAKARTA – Operasi Ketupat 2020 resmi dihentikan dengan jumlah kendaraan yang diputar balik sebanyak 156.774 kendaraan.

Operasi Ketupat 2020 telah terselenggara selama 45 hari sejak 24 April 2020 hingga 7 Juni 2020. Ini adalah Operasi Ketupat paling panjang karena selama ini, Operasi tersebut biasanya hanya berlangsung selama 14-15 hari.

Selain menjadi Operasi Ketupat paling panjang, tujuan pelaksanaannya pun cukup unik. Pasalnya, selama ini Operasi Ketupat dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas, sementara Operasi Ketupat kali ini justru untuk mencegah kendaraan untuk mudik dan balik.

“Biasanya kita hanya melakukan kegiatan operasi kepolisian 14 sampai 15 hari, tetapi di masa pandemi covid-19 ini berbeda. Ini merupakan operasi yang berbeda dengan operasi sebelumnya. Biasanya kita melakukan pengaturan lalu lintas dalam memperlancar arus mudik Lebaran, tetapi operasi ini kita melakukan penyekatan untuk masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik,” ujar Irjen Pol Drs. Istiono, M.H, Kepala Korps Lalu Lintas Polri.

Dari jumlah 156.774 kendaraan yang diputarbalikkan, sedikitnya ada 78.455 kendaraan disekat saat melakukan perjalanan mudik. Sementara saat arus balik, terdapat 78.319 kendaraan yang harus diputarbalikkan. Selama Operasi Ketupat 2020 juga terdapat sekitar 444.489 pelanggaran lalu lintas dan 1.980 kecelakaan lalu lintas.

Meski terlihat cukup  tinggi, angka kecelakaan tersebut justru mengalami penurunan sekitar 31 persen dibandingkan dengan 45 hari tahun lalu di hari yang sama. Begitu juga jumlah korban meninggal dunia yang turun hingga 63 persen. Kapolri pun menilai ini menjadi sebuah prestasi tersendiri.

“Operasi ini sesuai dengan arahan Bapak Kapolri, yakni Salus Populi Suprema Lex Esto yaitu keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi dan menjadi hal yang utama,” sambung Kakorlantas.

Tugas Baru


Ia pun menambahkan bahwa meski Operasi Ketupat 2020 telah selesai, Kepolisian telah mendapatkan tugas baru. Tugas tersebut adalah untuk mengawal Indonesia memasuki era new normal yang akan dilaksanakan di beberapa daerah.

“Kita harus sudah menggunakan perlengkapan pencegahan protokol covid-19, seperti masker, face shield, sering cuci tangan, jaga jarak dan lainnya. Karena di jalan pun kita tidak tahu yang kita hadapi ini terjangkit atau terpapar covid atau tidak,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa jajarannya harus memastikan lebih menjaga kebersihan baik itu kendaraan maupun di pelayanan publik. Satpas dan Samsat pun juga sudah harus melakukan protokol kesehatan yang ketat guna menghindari terjadinya penularan Covid-19. [Adi/Ari]

Mobil123