blesscar.co.id –

JAKARTA – Sudah hampir 50 ribu kendaraan yang diduga berisi pemudik nekat diadang oleh polisi di seluruh Indonesia, selama 23 hari Operasi Ketupat 2020. Semua kendaraan itu diminta putar balik.

Sekadar mengingatkan, pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik Lebaran 2020 sejak 24 April – 31 Mei demi menekan penularan dan penyebarluasan virus Corona (Covid-19). Kebijakan ini berlaku bagi semua daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Karena itulah, Operasi Ketupat, yang biasanya digelar untuk mengawal kelancaran arus mudik dan arus balik, pada tahun ini malah bertujuan untuk menyekat dan mengadang orang – orang yang masih nekat melakukannya. Operasi Ketupat 2020 sendiri berlangsung dalam periode yang sama dengan kebijakan larangan mudik.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri), seperti dikutip dari situs resmi National Traffic Management Center (NTMC), melaporkan bahwa para petugas di lapangan sudah menyetop 40 ribu-an kendaraan diduga ingin mudik. Bahkan, jumlahnya nyaris 50 ribu unit.

“Jumlah kendaraan yang diperintahkan putar balik selama 23 hari, 48.472 kendaraan,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan pada awal pekan ini.

Sebelumnya, Mobil123.com memberitakan bahwa di area Jakarta dan sekitarnya saja, nyaris 20 ribu kendaraan diduga berisi pemudik yang terungkap selama 24 hari Operasi Ketupat 2020. Sayang, data untuk seluruh Indonesia selama 24 hari operasi tersebut belum dipublikasikan.

Sanksi untuk mereka yang masih ngotot mudik meski tidak diperbolehkan oleh negara beragam, dengan yang terberat ialah penjara satu tahun atau denda Rp 100 juta. Namun, ke-48.472 kendaraan itu hanya diminta kembali ke kediaman mereka masing-masing.

Warga yang tetap ingin pulang ke kampung halaman memang masih ada saja. Malahan, beberapa waktu lalu terungkap jasa penyelundupan pemudik dengan berbagai modus operandi.

Padahal, virus Corona dapat menyebar dengan amat mudah, cepat, dan hingga kini belum ada obat maupun vaksinnya. Virus ini sendiri, sejak muncul di China pada akhir 2019, sudah menyebar ke lebih dari 200 negara/teritori, sampai-sampai World Health Organization (WHO) mengategorikannya sebagai pandemi global.

Virus Covid-19 diketahui masuk Indonesia sejak 2 Maret 2020. Berdasarkan data terakhir per 18 Mei kemarin, sudah ada 18.010 kasus positif terinfeksi virus (4.324 kasus sembuh, 1.191 meninggal). [Xan/Ari]

Mobil123