blesscar.co.id –

YOKOHAMA – Nissan bakal agresif menyerang pasar global dengan banyak model baru, mulai detik ini hingga 2021.

Nissan Motor Corporation (NMC), pada 28 Mei 2020 kemarin, mengumumkan rencana empat tahun mereka melalui situs resmi. Penjelasan mereka terbilang blak-blakan serta komprehensif, termasuk persoalan paling seru dan biasanya paling ditutup luar biasa rapat yakni perencanaan produk.

“Memperkenalkan 12 model dalam 18 bulan ke depan,” tulis mereka dalam salah satu poin.

Strategi produk mereka yang lain, seperti diberitakan Mobil123.com sebelumnya, mencakup pengurangan jumlah model di pasar global dari 69 menjadi tak sampai 55. Merek yang menjalin aliansi dengan Renault serta Mitsubishi tersebut akan memusatkan perhatian utama pada model-model yang mereka anggap vital.

Di antaranya adalah mobil-mobil bermesin konvensional di segmen C dan D, juga mobil-mobil listrik. Mereka juga mendapat tugas dari aliansi untuk mengembangkan teknologi mobil otonom, sistem konektivitas (khusus pasar China), maupun sistem penggerak mobil listrik bersama-sama dengan Renault. Nantinya, teknologi maupun platform itu bisa dipakai antaranggota aliansi.

“Kami sekarang bakal berkonsentrasi pada kompetensi inti dan meningkatkan kualitas dari bisnis kami, sambil pula menjaga kedisiplinan finansial plus berfokus pada pendapatan bersih per unit untuk mencapai profitabilitas. Ini termaktub dalam restorasi kultur bernama ‘Nissan-ness’ untuk era yang baru,” ucap Makoto Uchida, Chief Executive Officer NMC.

Selain mempersempit fokus produk, Nissan juga memperkecil fokus pasar. Area-area yang mendapat atensi nomor satu dari mereka kini adalah China, Amerika Utara, Jepang.

Mereka minggat dari Korea Selatan. Merek Datsun juga cabut dari Rusia, setelah sebelumnya Indonesia.

Meski tak menjadi atensi utama, region Asia Tenggara plus Eropa akan tetap dijaga dengan memanfaatkan aset-aset produksi maupun model milik Mitsubishi atau Renault. Ada kemungkinan produksi bersama serta pembagian platform untuk model baru Nissan bagi area-area tersebut.

Pabrik di Purwakarta, Indonesia ditutup, begitu juga dengan yang ada di Barcelona, Spanyol. Pabrik di Amerika Utara mengalami penyesuaian kapasitas produksi.

Kapasitas produksi Nissan di seluruh dunia dikurangi dari 7 juta unit unit menjadi 5,4 juta unit secara global, dengan tingkat utilisasi 80 persen. Berbekal reduksi produk, fokus pasar, serta manufaktur ini Nissan ingin mencapai profitabilitas pada akhir tahun fiskal 2023 dan meraup 6 persen pangsa pasar mobil di seluruh dunia. [Xan/Ari]

Mobil123