blesscar.co.id –

JAKARTA – Mitsubishi ternyata juga ikut menutup pabrik mereka di Indonesia di masa pandemi virus Corona (Covid-19) sejak bulan lalu, seperti yang dilakukan oleh berbagai merek mobil lainnya. Pabrik tersebut baru buka lagi pada awal Juni.

Seperti diketahui, sejak April kemarin beberapa merek besar menutup sementara pabrik mereka di Tanah Air. Di antaranya yang mengumumkannya adalah Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, maupun Hino.

Alasan yang mereka kemukakan terbagi menjadi dua. Jika bukan karena stok di dealer yang berlebih karena penjualan turun drastis di masa pandemi, alasannya ialah karena penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di banyak daerah yang mewajibkan banyak aktivitas bisnis tutup atau dilakukan dari rumah.

Baru belakangan ini, Mitsubishi diketahui menghentikan sementara pula operasional pabrik. Adapun alasannya adalah yang kedua, yaitu akibat PSBB.

“Sejak PSBB di Bekasi, Jawa Barat pabrik MMKI (PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia) sudah berhenti beroperasi sementara dan sampai saat ini masih berlangsung,” ucap Aditya Wardani, Head of PR and CSR Department PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMSKI), menjawab pertanyaan Mobil123.com dalam konferensi pers virtual pada Selasa (19/5/2020).

Sebagai informasi, PSBB di Bekasi berlangsung sejak 15 April sampai saat ini. Pabrik Mitsubishi sendiri berlokasi di Cikarang, yang termasuk di dalam wilayah tersebut.

Diperpanjang
Prianto, Director HR and GA MMKI, menambahkan bahwa masa penutupan pabrik diputuskan lebih lama dari rencana awal. Ada dua hal yang menjadi pertimbangan.

“Pertimbangannya adalah berdasarkan update terakhir mengenai pandemi Covid-19 dan juga mempertimbangkan ketidakpastian pasar otomotif di Indonesia serta ekspor yang belum pulih,” ujar dia.

Manajemen MMKI memutuskan pabrik baru kembali aktif setelah libur Lebaran dan setelah PSBB selesai. Adapun tanggalnya adalah pada 2 Juni mendatang.

“Penghentian sementara produksi akan dilakukan sampai dengan 20 Mei 2020. Sebagai tambahan, MMKI akan berada pada periode libur Idul Fitri mulai tanggal 21 Mei sampai dengan 1 Juni 2020,” jelas Prianto.

Sekadar mengingatkan, pandemi virus Corona baru diketahui masuk Indonesia pada 2 Maret 2020. Perekonomian dan daya beli langsung terganggu, yang kemudian berdampak pada penjualan mobil di Nusantara.

Bahkan, pada April, penjualan retail turun 59 persen ketimbang Maret. Sementara, penjualan wholesales anjlok 89 persen.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sudah merevisi target dari semula 1,050 juta unit—tak jauh beda dari capaian 2019 yang 1,030 juta unit—menjadi hanya 600 ribu unit. Akan tetapi, target ini pun mereka akui cukup sulit dicapai. [Xan/Ari]

Mobil123