blesscar.co.id –

JAKARTA – Mitsubishi berencana menaikkan harga model-model mereka di Indonesia pada Juni 2020, setelah menahan diri sejak pandemi virus Corona (Covid-19) menerpa.

Imam Choeru Cahya, Executive General Marketing Sales and Marketing Group PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengaku telah berusaha sekuat tenaga mempertahankan harga tidak naik sejak Maret. Pasalnya, pasar otomotif dan daya beli masyarakat terganggu sejak pandemi masuk.

“Kita tahu bersama bahwa pandemi ini dimulai sejak Maret. Dengan adanya pandemi kami berusaha menahan harga. Dari Maret sampai Mei harga kami masih tetap sama dengan harga sebelumnya. Namun demikian kami pun mau tak mau terpengaruh efek domino pandemi terhadap situasi pasar saat ini,” jelas dia dalam konferensi pers virtual pada Selasa (19/5/2020).

Efek pandemi terhadap perekonomian global dan nasional, lanjut Imam, cukup besar. Salah satunya adalah fluktuasi serta tren pelemahan rupiah terhadap dollar AS yang mempengaruhi biaya produksi.

Sebagai informasi, jika melihat pergerakan kurs referensi Jakarta Interbank Sport Dollar Rate (Jisdor), sejak pertengahan Maret sampai pertengahan April rupiah berada pada level Rp 16 ribu-an per dollar AS, dari Rp 13 – 14 ribu pada awal tahun. Lewat pertengahan April, nilai tukarnya turun menjadi Rp 15 ribua-an dan per 19 Mei kemarin ada di level Rp 14.823 per dollar AS.

“Oleh karena itu, kami berencana melakukan penyesuaian harga pada bulan depan (Juni 2020). Tentu hal ini akan kami lakukan dengan mempertimbangkan kondisi daya beli saat ini,” tandasnya.

Tiga Model Saja
Hanya ada tiga model Mitsubishi yang naik harga pada Juni mendatang. Selain Xpander, dua model kendaraan niaga ringan yakni Triton dan L300 juga bakal makin mahal.

“Penyesuaiannya tidak terlalu tinggi. Kisarannya hanya Rp 1 – 3 juta. Di antaranya adalah Rp 2 – 3 juta untuk Xpander, tergantung variannya, lalu Rp 1 juta untuk L300,” terang Imam.

Sekadar mengingatkan, pandemi virus Corona, yang muncul di China pada akhir 2019, baru diketahui masuk Tanah Air ketika pemerintah mengumumkannya pada 2 Maret 2020. Pasar roda empat nasioanl langsung bereaksi negatif pada bulan itu juga.

Namun, pasar baru hancur lebur pada April, ketika penjualan retail turun 59 persen ketimbang Maret dan penjualan wholesales anjlok 89 persen. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun agak mencemaskan target penjualan mobil nasional 2020 bisa tercapai.

Padahal, sejak awal April mereka telah merevisinya dari 1,050 juta unit menjadi cuma 600 ribu unit untuk 2020. Angka ini anjlok 40 persen ketimbang capaian 2019 yang berjumlah 1,030 juta unit. [Xan/Ari]

Mobil123