blesscar.co.id –

JAKARTA – Toyota melihat bahwa konsumen yang hendak menambah jumlah kendaraannya menurun drastis saat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Hal ini disampaikan oleh Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM). Menurutnya, konsumen bisa terbagi menjadi tiga yaitu pembeli mobil pertama, pembeli mobil tambahan atau additional dan pembeli yang mengganti/replacement kendaraan.

“Kalau kami melihat saat ini ada penurunan di kategori penambahan kendaraan. Tapi kategori pembeli mobil pertama dan replacement itu tetap ada. Ini karena di tengah kondisi pandemi, mobil tetap dibutuhkan untuk mobilitas atau kebutuhan baik ke supermarket atau emergency,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan saat ini dirinya belum bisa menyimpulkan adanya pergeseran pilihan segmen kendaraan di Indonesia. Hal ini sedikit berbeda dengan kondisi pasar mobil bekas yang sudah terlihat lebih jelas.

“Covid-19 ini baru satu bulanan, jadi Saya rasa terlalu dini kalau mengambil kesimpulan. Mungkin 2-3 bulan baru terlihat. Tapi ini mungkin saja terjadi karena pada pada krisis 2008-2009, ada beberapa segmen yang melakukan perubahan. dari kelas medium ke low. Namun saat ini kita belum lihat terjadinya perubahan itu,” tambahnya.

Kondisi ini memang berbeda dengan di segmen mobil bekas yang saat ini mulai banyak konsumen menukar kendaraannya guna mendapatkan uang tambahan. Hal ini disampaikan oleh Hendro Kaligis, Business Development Head PT. Suzuki Indomobil Sales.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan guna mendapatkan uang tambahan dari menukar kendaraan. Salah satunya adalah dengan menjual mobil lama, lalu membeli mobil baru yang memiliki harga lebih murah. Sisa uang yang didapat bisa digunakan sebagai simpanan atau dana darurat.

“Misalnya, punya mobil dengan harga Rp 300 juta untuk bekasnya. Kemudian dijual dan beli mobil yang Rp 150 juta. Akhirnya dapat ‘kembalian’,” ungkapnya.

Selain cara tersebut, pelanggan juga bisa membeli mobil baru namun dengan menghitung ulang cicilan kendaraan. Sedikit lebih sulit karena pelanggan harus memiliki kredit bertenor panjang dan uang muka (Down Payment/DP) diperhitungkan secara detail.

“Misalnya, saya punya Suzuki Ertiga generasi pertama keluaran 2012. Saya mau tingkatkan ke Ertiga bekas keluaran 2016. Mobil yang saya miliki harganya Rp 100 juta, sedangkan Ertiga 2016 di Suzuki Auto ValueRp 150 juta. Dari total uang yang saya dapat dari mobil lama, Rp 50 jutanya dijadikan DP. Sisa angsuran Rp 100 juta kemudian dicicil dengan tenor enam tahun. Cicilannya jadi enggak terlalu besar dan kita punya pegangan uang tunai Rp 50 juta,” papar Hendro.

Mobil123