blesscar.co.id –

JAKARTA – Niat LG Chemical membangun pabrik baterai mobil listrik di Indonesia belum hilang, meski pandemi virus Corona (Covid-19) melanda. Diskusi dan studi mengenai itu masih berlanjut.

Pada November 2019, Kementerian Perindustrian melalui keterangan resmi mengumumkan bahwa LG Chemical mengintip peluang membangun pabrik baterai mobil listrik di Tanah Air. Bahkan, anggaran 2,3 miliar dollar AS (Rp 33,93 triliun) siap mereka gelontorkan, jika studi berjalan lancar dan rencana tersebut akhirnya direalisasikan.

Pada akhir 2019 sendiri dunia mulai diterpa virus Corona, yang muncul dan berawal dari China. Virus ini baru diketahui publik sudah ‘menyusup’ ke Indonesia pada 2 Maret 2020.

Semua ini ternyata tak menyurutkan rencana LG, perusahaan teknologi asal Korea Selatan. Mereka disebut-sebut akan menyuplai komponen mobil nihil emisi gas buang untuk sesama korporasi asal ‘Negeri Ginseng’ lainnya, Hyundai.

“LG katanya juga sedang bicara mengenai baterai (mobil listrik). Jadi akan ada industri baterai antara Hyundai – LG Chemicals (di Indonesia). Saya dengar juga mungkin akan melibatkan Samsung, tapi saya belum tahu pasti soal ini. Tapi intinya memang industri mobil listrik beserta baterainya di Korea Selatan melihat Indonesia sebagai tempat potensial,” ucap  Umar Hadi, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan saat berbicara tentang rencana investasi perusahaan-perusahaan negara itu di Indonesia, dalam diskusi virtual MarkPlus pada 15 Mei lalu.

Lee Kang-Hyun selaku Wakil Presiden Hyundai Motor Asia Pasifik, yang turut menjadi pembicara dalam diskusi itu, tak mengomentari pernyataan Umar Hadi. Akan tetapi, ia mengakui pabrik Hyundai di Cikarang, Bekasi yang masih dalam proses pembangunan kelak juga merakit mobil listrik selain SUV, MPV, maupun sedan bermesin konvensional.

Pabrik Hyundai berkapasitas produksi 150 ribu unit per tahun tersebut dibangun sejak akhir 2019 dan dijadwalkan rampung pada penghujung 2020. Namun, penjualan mobil-mobil rakitan Hyundai baru akan dimulai November 2021, jika tak ada aral melintang.

Indonesia sendiri pada 2021 akhirnya akan memasuki era mobil listrik. Pasalnya, insentif-insentif fiskal maupun nonfiskal bagi mobil hybrid, plug-in hybrid (PHEV), maupun mobil listrik murni bakal berlaku mulai tahun itu.

Dengan segala keistimewaan ini, harga mobil-mobil dengan teknologi di atas diharapkan turun, volume penjualannya makin banyak, sehingga nantinya tercipta industri mobil listrik di Tanah Air. Pemerintah menargetkan pada 2025 produksi mobil hybrid, PHEV, atau mobil listrik murni menyumbang 20 persen dari total unit yang dirakit.

Selain LG, sebuah konsorsium asal China juga bersiap membangun pabrik baterai mobil listrik. Adapun lokasinya adalah di Morowali, Sulawesi Tengah. [Xan/Ari]

Mobil123