blesscar.co.id –

JAKARTA – Dadang, seorang pengemudi taksi Blue Bird di Ibu Kota, tak menyangka tawarannya kepada seorang gadis untuk menjadi penumpang kemudian menyelamatkan hidup gadis itu.

Gadis bernama Narmi Andriani tersebut, menurut keterangan resmi Blue Bird pada Jumat (5/6/2020), adalah warga Jambi korban penculikan. Ia sudah sejak 29 Mei kemarin dilaporkan sebagai orang hilang.

Cerita bermula pada Selasa (2/6/2020) pagi kemarin. Dadang sedang ‘mangkal’ di sekitar Kebayoran Baru untuk beristirahat saat belum juga mendapatkan penumpang. Sejak pandemi virus Corona (Covid-19) melanda Indonesia pada awal Maret, penumpang taksi menurutnya memang amat sepi.

Jumlah penumpang per hari hanya beberapa. Bisa mendapatkan dua sampai tiga penumpang setiap hari saja, ia sudah bersyukur. Itu pun karena ia mencoba aktif.

“Kalau hanya santai-santai dan menunggu memang tidak akan mendapatkan penumpang. Maka dari itu saya lebih condong ke ‘jemput bola’ dan aktif mencari konsumen yang membutuhkan jasa saya “, ucapnya.

Ketika beristirahat, Dadang melihat wanita muda di dekat Halte Taman Empu Sendok. Wajah wanita berhijab merah itu sebenarnya terlihat lusuh dan kebingungan, tapi Dadang tetap coba-coba menawarkannya taksi.

Namun si gadis balik bertanya kepada Dadang, yang membuatnya kaget. Gadis itu bahkan tidak tahu hari dan lokasinya.

“Pak, ini hari apa? Saya ini ada di mana?” lontarnya.

Media Sosial
Dadang pun langsung tahu gadis itu membutuhkan pertolongan. Tak berapa lama setelah itu, Dadang mengetahui identitas gadis tersebut yaitu Narmi.

Langkah pertamanya adalah mencari tahu akun Facebook saudara-saudara Narmi dan memintanya menghubungi mereka lewat pesan privat. Itu dilakukan lewat smartphone Dadang, karena Narmi tidak memegangnya saat itu.

Sembari menunggu jawaban, alangkah terkejutnya Dadang setelah melihat salah satu unggahan kerabat Narmi di Facebook. Narmi merupakan korban hilang sedari 29 Mei kemarin.

Narmi pun lambat laun bercerita ia diculik di Jambi. Ia berhasil melarikan diri karena berpura-pura pingsan dan dibuang di sebuag jalan di daerah Lampung.

Narmi mencoba menghentikan kendaraan bak terbuka. Tanpa kenal siapa pengendara dan ke mana tujuannya, ia pun menumpang karena tak tahu lalu harus bagaimana. Ia bersembunyi di bak itu.

Ia sempat merasakan bergoyang-goyang karena kendaraan bak terbuka yang dinaikinya ternyata naik ke kapal dan akhirnya ia sampai di Jakarta.

Tak Mau Diekspose Polisi
Berawal dari pesan privat di Facebook, Narmi akhirnya bisa menghubungi Ayahnya. Ayahnya mengiba dan menangis, meminta Dadang membantu mengantarkannya ke Polres Senen, untuk nantinya dipertemukan dengan saudaranya di Jakarta.

Ayah Narmi pun berangkat ke Jakarta. Pada Rabu malam, akhirnya Narmi pulang kembali ke Jambi bersama dia.

Polisi, menurut keterangan Blue Bird, sempat mau mengekspose kebaikan Dadang dan memotretnya. Tapi ia menolak karena takut mengganggu keikhlasannya.

Namun, cerita ini akhirnya sampai ke para pembesar Blue Bird. Ia diundang makan siang bersama dan diberikan apresiasi. Saat ditanya alasannya membantu Narmi, ia hanya memberikan jawaban singkat.

“Saya tidak membayangkan sekiranya kejadian yang dialami Narmi itu terjadi pada anak atau keponakan saya,” ucap Dadang. [Xan/Ari]

Mobil123