BANDUNG – Polisi terus mengawal pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung, Jawa Barat. Meski sudah berulang-kali diingatkan, ada saja orang yang melanggar kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 itu.

AKP Feikry, Kanit Lantas Polsek Bandung Kidul mengakui, walau kesal tapi polisi tetap mengedepankan cara persuasif menghadapi masyarakat yang melanggar PSBB, terutama yang nekat mudik.

“Kadang kesel juga, tapi dalam penindakannya kita harus tetap kedepankan senyum salam sapa kedasa masyarakat,” kata Feikry saat ditemui di pos penyekatan exit Tol Buahbatu, Bandung, Selasa (5/5/2020) petang.

Fiekry mengatakan memang saat ini, masih banyak masyarakat yang kerap memaksakan diri untuk mudik. Beberapa di antaranya bahkan sampai ada yang memohon untuk bisa melanjutkan perjalanan.

 Ilustrasi

Polisi kerap dilema karena satu sisi harus ada penindakan tegas terhadap pelanggar, tapi di sisi lain ada rasa kemanusiaan yang harus dikedepankan. Terlebih banyak yang mudik karena terpaksa akibat kehilangan mata pencarian.

“Pemerintah ini meminta untuk tidak ada pergerakan. Tapi masih banyak masyarakat yang nekat. Kita kasih pengertian perlahan dan berikan pemahaman. Memang butuh kesabaran, tapi masyarakat itu mengerti,” kata dia.

Fiekry pun mengaku, tak jarang ia juga mendapat keluhan dari anak dan istrinya. Apalagi di masa seperti, intensitas bertemu mereka pun semakin berkurang. “Itu mah gak usah ditanya sih. Tapi yang pasti mereka paham dengan seragam saya sebagai aparat negara,” kata dia.

Sama dengan benak kita semua, Fiekry tetap berharap kondisi ini, segera dapat berakhir. Atas nama pribadi pun, dia ucapkan rasa terimaksih kepada seluruh anggota Polri dan TNI, pemerintah dan tenaga kesehatan yang berada garda terdepan dalam memerangi covid 19.

“Kita harus tetap semangat, saling kompak dan tetap solid,” pungkasnya.

(sal)


Okezone