blesscar.co.id –

JAKARTA – Indonesia punya satu lagi merek kendaraan listrik. Namun, merek ini masih bergerak di segmen kendaraan niaga yang cocok untuk dijadikan kendaraan kargo kecil, jualan beragam makanan seperti bakso hingga tahu bulat.

Merek kendaraan itu adalah Gelis. Pabriknya yang berlokasi Gunung Putri, Bogor telah menjalani seremoni soft opening pada Senin (8/6/2020) yang turut dihadiri oleh pejabat Kementerian Perindustrian.

“Produksi Gelis ini menunjukkan wujud nyata partisipasi pengembangan kendaraan listrik oleh pelaku usaha,” kata Putu Juli Ardika selaku Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin dalam acara, seperti dikutip dari keterangan resmi.

Selain mengapresiasinya, Putu mengatakan kehadiran Gelis sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Gelis memberikan pilihan lebih luas kepada masyarakat, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dalam membeli kendaraan untuk mendukung kegiatan produktif. Seperti gambar di atas, tampak lineup Gelis yang peruntukanya bisa sebagai kargo hingga gerobak penjual makanan dan sepertinya bukan hal sulit untuk dibuat khusus sesuai kebutuhan konsumen. 

“Selain itu dapat mendukung pengembangan industri kendaraan roda tiga serta industri komponen dan kegiatan usaha yang terkait,” jelasnya.

Gelis merupakan kendaraan roda tiga untuk keperluan usaha yang nihil emisi gas buang, karena mengusung sistem penggerak bertenaga listrik murni. Gelis sendiri merupakan singkatan dari ‘Gerobak Listrik’. Adapun produsennya adalah PT. Solar Panel Indonesia (SPI).

Sejauh ini, Indonesia sudah punya beberapa merek kendaraan listrik yang sudah berproduksi massal dan semuanya adalah kendaraan roda dua. Contohnya ialah Gesits, Lincah, maupun Viar.

Kapasitas Produksi Awal Kecil
Pada tahap awal, SPI mampu memproduksi 10 unit per hari di pabrik di kawasan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Kapasitas produksi ini akan terus dikembangkan seiring bertumbuhnya jumlah permintaan pasar.

Sudah ada beberapa komponen Gelis yang telah diproduksi di dalam negeri. Misalnya saja adalah baterai, sasis, bodi, serta beberapa perangkat kendali.

“Kami pun berharap PT Solar Panel Indonesia dapat terus berperan aktif dalam peningkatan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sehingga akan memberikan sumbangsih pada peningkatan daya saing industri otomotif di Indonesia ke level selanjutnya,” tukas Putu lagi.

Kemenperin, lanjut dia, siap menfasilitasi kolaborasi berbagai pihak untuk mengembangkan bisnis model dan pengembangan ekosistem pemanfaatan Gelis. Putu juga menyarankan Gelis dipasarkan dengan cara online.

“Kami sarankan dalam penjualan bisa bekerjasama dengan perusahaan marketplace online karena perusahaan tersebut juga menyediakan jasa leasing, serta tidak lupa kami anjurkan untuk menyiapkan Gelis masuk e-Katalog,” tandasnya.

Ary Tjahyono, Chief Marketing Officer SPI, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sarana-prasarana pendukung untuk efektivitas penggunaan Gelis. Salah satunya adalah jaringan pemasaran dan layanan purnajual. Ia juga memasarkannya melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi.

“Kami telah bekerjasama dengan perusahaan aplikasi berbasis online yang telah familiar di tengah masyarakat untuk menunjang efektivitas Gelis. Lewat aplikasi ini konsumen dan calon konsumen bisa mengetahui segala hal tentang Gelis melalui telepon selular,” ungkap Ary. [Xan/Ari]

Mobil123