blesscar.co.id –

JAKARTA – Kondisi jalan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memang lebih lancar dibandingkan saat normal.

Kondisi tersebut pun dimanfaatkan oleh sejumlah masyarakat untuk memacu kendaraannya lebih tinggi dibandingkan biasa. Meski terlihat aman, ternyata tindakan tersebut justru berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Hal ini disampaikan oleh Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) beberapa waktu lalu. Menurutnya, meski jalanan lebih lancar dibandingkan kondisi normal, pengemudi harus tetap bijak dan mematuhi aturan lalu lintas.

“Jadi, ketika seseorang memacu kendaraan karena dikira sepi, justru bahayanya menjadi tinggi. Kalau mau bijaksana ya pengemudi harus sesuaikan kecepatannya, sesuai dengan aturan lalu lintas terutama perkotaankan. Ini karena banyak pengguna jalan lain seperti pejalan kaki, motor dan persimpangan,” terangnya.

Ia pun menambahkan bahwa secara umum, kecelakaan saat di jalan lanca memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Hal ini sudah terbukti pada beberapa kecelakaan yang terjadi di Indonesia saat masa PSBB dilakukan.

“Kalau fatalitas kecelakaan, saat lancar lebih tinggi dibandingkan saat macet. Ini sudah banyak bukti seperti kecelakaan yang menewaskan Wakil Jaksa Agung beberapa waktu lalu. Jadi ketika sepi, jangan pernah merasa amanlah,” tambahnya.

Sebagai tambahan informasi, kemarin (minggu, 3 Mei 2020) kembali terjadi kecelakaan tunggal supercars McLaren MP4-12C di tol Jagorawi. Sebab terjadinya kecelakaan diduga pengemudi memacu kendaraannya dan kemudian tidak bisa mengendalikan mobl dengan tenaga maksimal 592 hp. Akhirnya mobil seharga hampir Rp 4 miliar tersebut hancur, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Penerapan PSBB di sejumlah kota memang berhasil menekan mobilitas masyarakat. Di Provinsi Jawa Barat misalnya, tingkat mobilitas warga diklaim berkurang hingga 50% dibandingkan kondisi normal. Mobilitas pun diharapkan dapat semakin ditekan hingga hanya 30% dari kondisi normal saat PSBB menyeluruh dilakukan di Jawa Barat.

Tak hanya itu, larangan mudik yang diberlakukan Pemerintah juga berhasil mengurangi jumlah kepadatan di sejumlah ruas jalan nasional. Penurunan jumlah kendaraan di jalan nasional cukup bervariasi namun rata-rata penurunan mencapai 68% dibandingkan kondisi normal. [Adi/Ari]

Mobil123