blesscar.co.id –

JAKARTA – Aparat keamanan di lapangan berjanji akan memperketat pengawasan di jalur-jalur tikus menuju Jakarta. Pasalnya, ada kendaraan yang lolos di tengah penjagaan arus balik para pemudik bandel usai Lebaran Idul Fitri 2020.

Selepas Hari Raya Idul Fitri pada 24 Mei kemarin, Operasi Ketupat 2020 yang digelar oleh kepolisian berganti fokus mencegat arus balik para pemudik bandel sampai 7 Juni mendatang. Namun, ada kendaraan-kendaraan yang lolos antara lain dengan melewati jalan tikus dan hal ini diakui oleh kepolisian.

“Untuk jalan tikus sudah kita mapping (petakan). Nanti kita perketat lagi,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Selasa (2/6/2020) malam.

Sekadar mengingatkan, sejak 24 April silam pemerintah telah melarang mudik Lebaran. Ini dilakukan untuk mencegah penularan serta penyebarluasan pandemi virus Corona (Covid-19) di Tanah Air.

Pada tanggal itu Operasi Ketupat juga digelar kepolisian untuk menegakkan aturan. Namun, ada saja pemudik yang nekat melanggar, antara lain dengan memanfaatkan jasa penyelundupan pemudik.

Selama arus balik, pemudik-pemudik bandel itu pun berusaha kembali ke Jakarta dan kota-kota di sekitarnya. Belum lama ini, beberapa travel gelap yang mengangkut penumpang diketahui lolos dari pemeriksaan sampai ke wilayah Depok.

Tim Patroli Biru mengamankan 13 kendaraan yang mengangkut warga kembali ke Depok pada 28 Mei hingga Juni 2020. Sebanyak 13 kendaraan itu kini ditahan di Polresta Depok.

Polisi mengungkap sebagian besar mobil travel gelap tersebut menggunakan jalur tikus. Para pengemudi travel gelap tersebut menggunakan jalur tengah. Mereka tidak melewati Tol Jakarta-Cikampek, melainkan melalui jalur arteri Sukabumi-Bogor.

“Menggunakan jalur tikus, tidak melewati Pantura. Dia melambung dulu melewati Sukabumi, Cianjur, Jonggol, dan ketika masuk wilayah Bogor, dia belok lagi. Tapi kita sudah pasang anggota di sana, termasuk melaksanakan patroli,” ucap Kapolresta Depok Kombes Azis Andriansyah saat jumpa pers di Mapolresta Depok, Jalan Ir H Juanda, Depok.

Sebagai informasi, virus Corona pertama kali muncul di China pada akhir 2019 dan dengan cepat menyebar ke lebih dari 200 negara/teritori. Virus baru diketahui masuk ke Nusantara pada 2 Maret 2020, ketika pemerintah mengumumkannya.

Data terakhir per 2 Juni menunjukkan adanya 27.549 kasus terkonfirmasi positif terinfeksi virus Covis-19 di Nusantara. Sebanyak 7.935 di antaranya sembuh, sementara 1.663 lainnya meninggal dunia. [Xan/Ari]

Mobil123