blesscar.co.id –

JAKARTA – Salah satu karyawan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dinyatakan positif terjangkit Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pria berusia 20 tahun tersebut bekerja sebagai operator di Pabrik Karawang TMMIN. Ia telah menjalani test PCR (Polymerase Chain Reaction) atau biasa disebut swab test untuk virus Corona dan dinyatakan positif terjangkit pada tanggal 12 Mei 2020.

Mendapati karyawannya terjangkit, TMMIN melakukan penanganan secara menyeluruh kepada karyawan tersebut yang saat ini menjalani prosedur isolasi di rumah sakit dan menerima penanganan medis. Sesuai prosedur dan sebagai pencegahan, TMMIN juga telah melaksanakan protokol kesehatan seperti deep cleaning, trace & test, serta protokol kesehatan lainnya.

Meski demikian, TMMIN menegaskan bahwa seluruh aktivitas manufaktur dan penjualan tidak terdampak dengan dugaan dan diagnosa Covid-19 ini. Mereka pun tetap menjamin keamanan seluruh proudk dan jasa layanan Toyota.

“Kami terus melaksanakan aktivitas pencegahan penyebaran dan infeksi Covid-19 di setiap tahap produksi dan penjualan mobil Toyota Indonesia bahkan hingga ke pelanggan melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat dan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan karyawan di bidang kesehatan,” kata Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN.

Sebelumnya, TMMIN sudah melakukan pengurangan produksi kendaraan mereka karena adanya pandemi Covid-19 pada 10 April 2020. Namun, produksi kembali dilakukan dengan beragam prosedur pada tanggal 27 April 2020.

Dalam proses produksinya selama masa PSBB, TMMIN pun tidak memaksimalkan jumlah produksinya. Mereka hanya memproduksi kendaraan untuk kebutuhan ekspor dan sparepart kendaraan. Semua kegiatan TMMIN selama implementasi PSBB mengikuti protokol kesehatan dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

“Unit yang diproduksi adalah Innova dan Fortuner . Produksi hanya dilakukan untuk keperluan ekspor ke Timur Tengah karena sejumlah negara di Asia masih menerapkan kebijakan lockdown,” terangnya.

Jawa Barat sendiri hingga saat ini masih memberlakukan PSBB di seluruh wilayahnya. Langkah PSBB ini sebelumnya dinilai efektif dalam memperlambat penyebaran Covid-19 di sejumlah wilayah khususnya Bodebek dan Bandung Raya.

Hingga berita ini dibuat, sedikitnya sudah ada 15.438 kasus positif. Dari jumlah tersebut sudah ada 1.28 orang meninggal dan 3.287 orang dinyatakan sembuh. Presiden Joko Widodo pun meminta masyarakat untuk berdoa agar pandemi ini segera hilang dari Indonesia.

“Selain berikhtiar dengan berbagai usaha lahiriah, kita juga wajib melakukan ikhtiar batiniah dengan tidak henti-hentinya memanjatkan doa memohon pertolongan Allah SWT. agar rakyat, bangsa, dan negara kita juga dunia segera terbebas dari pandemi ini,” ungkap Jokowi. [Adi/Ari]

Mobil123