blesscar.co.id –

JAKARTA – Kantor pusat Mercedes-Benz di Amerika Serikat dipastikan kosong sampai akhir 2020. Pasalnya, para karyawan mereka diinstruksikan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) sampai tahun ini berakhir, demi mencegah penularan virus Corona (Covid-19).

Kantor pusat Mercedes di ‘Negeri Paman Sam’ yang berlokasi di Atlanta, Georgia sudah kosong sejak pertengahan Maret 2020. Hal tersebut, seperti dilaporkan Carscoops pada awal pekan ini, akan terus terjadi di sisa tahun.

Mercedes-Benz telah memberikan ‘lampu hijau’ bagi 875 karyawan kantor pusat untuk meneruskan WFH hingga 2020 usai. Kebijakan ini malah bisa berlanjut pada 2021, dengan melihat kondisi pada saat itu.

“Bekerja dari jarak jauh diperbolehkan pada saat ini. Sejauh yang bisa kami lihat, ini menjadi sebuah norma baru,” kata Nicholas Speek, Chief Executive Officer (CEO) Mercedes-Benz Amerika Serikat.

WFH para pekerja Mercedes-Benz di ‘markas besar’ terjadi bersamaan dengan dimulainya karantina wilayah (lockdown) di negara bagian Georgia. Menurut Speeks, para karyawan terbukti bisa mengerjakan segala tugas dan pekerjaan mereka dengan lancar dari sofa, ruang tamu, atau meja dapur.

“Kami masih bisa berfungsi secara efektif,” tegasnya.

Hal ini, kata Speeks, juga menjadi peluang bagi karyawan untuk lebih menyeimbangkan aktivitas pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Kebijakan WFH ia pandang sebagai kebijakan tanpa batas waktu yang pasti.

“Kami akan melihat perkembangannya. Ini memberikan kami peluang mencoba sesuatu yang berbeda,” lanjut dia.

Orang nomor satu Mercedes-Benz di Amerika Serikat itu tidak menyebutkan bahwa mereka akan WFH secara mutlak dan mengesampingkan kantor fisik. Apalagi, gedung di Atlanta adalah fasilitas relatif baru dan belum lama berdiri.

“Saya rasa dalam beberapa situasi kami masih perlu bertemu secara fisik ketika Covid-19 mereda. Kami juga perlu mengizinkan orang-orang kami yang sedang ingin datang dan bekerja di kantor,” paparnya.

Tidak cuma Mercedes, perusahaan besar yang memperpanjang masa WFH selama masa pandemi di Amerika Serikat. Korporasi-korporasi besar lain semisal Google, Microsoft, Twitter, maupun Amazon juga mengambil langkah serupa. [Xan/Ari]

Mobil123