blesscar.co.id –

JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC19) akan mengirimkan dua unit Mobile Combat Covid-19 ke Jawa Timur.

Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung pengujian sampel di lapangan dengan pendekatan PCR atau polymerase chain reaction. Pemilihan lokasi Jawa Timur karena salah satu lab penguji sampel mengalami kerusakan sehingga tidak dapat melakukan pemeriksaan.

“Karenanya pengiriman dua unit kendaraan mobil BSC 2 ini diharapkan bisa membantu pemerintah Jawa Timur. Kita harapkan Pemerintah Pusat dapat membantu mempercepat pemeriksaan di Kota Surabaya,” ungkap Doni Monardo, Ketua GTPPC19.

Mobil tersebut menggunakan kendaraan jenis MPV yang telah dimodifikasi sehingga memiliki fasilitas untuk mengidentifikasi sampel swab dengan pendekatan PCR. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi pergi ke Rumah Sakit untuk melakukan tes.

Mobil Mesin PCR tersebut dilengkapi dengan peralatan medis lainnya berupa dua unit mesin PCR, dua unit mesin ekstraksi, 4.992 buah ekstrakit dan 4.992 PCR kit. Melalui teknologi yang tersedia dalam mobil mesin PCR tersebut, proses identifikasi hasil swab dalam dilakukan dalam waktu 40 menit. Di samping itu, pengujian PCR yang dilekatkan pada mobil ini dengan teknologi terbaru, yaitu dengan reagen padat.

GTPPC19 berencana untuk menambah tiga unit kendaran dengan spesifikasi bio safety cabinet (BSC) II berteknologi nano. Ia memproyeksikan penambahan mobil uji sampel lapangan di wilayah Lumajang, Kota Surabaya dan Sidoarjo.

Hal tersebut disebabkan Jawa Timur memiliki kasus terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Kasus positif COVID-19 Jawa Timur per 27 Mei 2020 mencapai Jawa Timur 4.142 kasus. Jumlah tersebut naik tinggi bila dibandingkan dengan hari sebelumnya yang hanya mencapai 3.943 kasus.

“Dalam beberapa hari terakhir ini memang terjadi peningkatan sejumlah kasus, namun tidak terlepas upaya pemerintah Surabaya Jawa Timur untuk memperbanyak pemeriksaan. Untuk itu akan ada 3 mobil lagi yang akan kita upayakan untuk dikirim dalam rangka membantu Gugus Tugas Daerah Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.

Hingga berita ini dibuat, masih terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Penambahan jumlah kasus pada tanggal 27 Mei 2020 mencapai 686 orang sehingga total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 23.851 orang.

“Kasus sembuh bertambah 180 orang sehingga menjadi 6.057 dan kasus meninggal dunia bertambah 55 orang sehingga menjadi 1.473 orang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto.

Meski masih ada penambahan kasus positif, Presiden Joko Widodo berencana untuk melakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Langkah ini masih diperhitungkan agar tidak menciptakan serangan Covid-19 gelombang kedua yang diperkirakan akan lebih berbahaya. Jakarta dan Bekasi direncanakan menjadi dua kota pertama yang akan mendapat kelonggaran ini. [Adi/Ari]

Mobil123