blesscar.co.id –

BEKASI – Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia mulai mempersiapkan sejumlah daerah untuk dibuka kembali.

Jakarta dan Bekasi adalah dua lokasi yang akan mulai dibuka pada tanggal 5 Mei 2020 dengan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana publik. Sarana publik dan mal akan dibuka dan diharapkan dapat membuat roda perekonomian kembali berputar.

“Saya telah datang ke Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, untuk memastikan pelaksanaan kesiapan kita dalam menuju ke sebuah tatanan baru, ke sebuah normal yang baru,” ungkap Presiden Jokowi.

Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan tatanan baru tersebut, TNI dan Polri akan diterjunkan di setiap keramaian untuk lebih mendisiplinkan masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Tujuannya adalah agar masyarakat bisa tetap produktif sekaligus aman dari ancaman Covid-19. Presiden menyebut bahwa dalam menuju tatanan baru tersebut, pemerintah juga melihat angka-angka dan fakta-fakta di lapangan.

“Angka-angka bagaimana kurva R0 (indeks penularan), seperti di Bekasi ini sudah di bawah satu, sudah bagus. Kita harapkan, tadi saya sampaikan ke Pak Wali Kota, ke Pak Gubernur, agar di Jawa Barat di Bekasi khususnya terus ditekan agar terus R0-nya bisa di bawah satu,” jelasnya.

Presiden pun berharap kesadaran dan kedisiplinan yang kuat di masyarakat akan muncul sehingga R0-nya bisa terus ditekan hingga di bawah angka satu. Penerapan prosedur standar tatanan baru sendiri akan dilihat dalam satu minggu ke depan untuk kemudian dievaluasi.

“Ini akan kita lihat dalam satu minggu ini dampaknya seperti apa kemudian akan kita lebarkan ke provinsi dan kabupaten/kota lainnya apabila memang itu dirasa terdapat perbaikan-perbaikan yang signifikan karena kita telah menurunkan TNI dan Polri di tempat-tempat keramaian di provinsi, kabupaten, maupun kota,” terangnya.

Hal senada pun disampaikan oleh Rahmat Efendi, Walikota Bekasi. Dengan kunjungan Jokowi ke wilayahnya maka diharapkan Bekasi bisa menjadi kota percontohan yang sukses menerapkan tatanan baru ini

“Dengan tatanan baru ini, semoga dapat menjadi pola hidup new normal yang kita harapkan. Sistemnya juga akan tetap penerapan protokol kesehatan yang supert ketat,” tegasnya.

Pemerintah memang berencana untuk melakukan pelonggaran PSBB. Padahal, jumlah penularan Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 masih menemukan adanya penambahan kasus positif sebanyak 415 orang menjadi 23.165. Sementara jumlah orang meninggal bertambah 27 orang menjadi 1.418 orang dan pasien sembuh bertambah 235 orang menjadi 5.877 orang. [Adi/Ari]

Mobil123