blesscar.co.id –

JAKARTA – Honda membuka peluang untuk mundur dari keikutsertaan mereka di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2020. Keputusan akan diambil dengan mempertimbangkan kondisi pandemi virus Corona (Covid-19) pada saat itu.

Pelaksanaan GIIAS tahun ini di Serpong, Tangerang telah diundur karena pandemi. Jadwal yang awalnya pada 7 – 17 Agustus direvisi menjadi 22 Oktober – 1 November. Hal ini sudah diketahui oleh Honda.

“Baru saja kami dapat informasi GIIAS (yang di Serpong) tetap jalan di akhir Oktober sampai awal November. Lalu untuk GIIAS di Surabaya akan berlangsung pada September, kemudian GIIAS Makassar dan Medan dibatalkan,” ucap Yusak Billy selaku Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor dalam Diskusi Virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada akhir pekan lalu.

Namun, mundurnya jadwal belum membuat Honda 100 persen yakin untuk ikut serta. Pabrikan asal Jepang ini mengatakan masih membahas secara internal perihal keikutsertaan di pameran.

“Sekali lagi, untuk berpartisipasi atau tidak, lalu bagaimana partisipasinya, terus terang di internal kami masih dibahas karena kami belum tahu situasi pandemi seperti apa ke depannya. Kami selalu pantau kondisi terkini pandemi seperti apa. (Keikutsertaan di GIIAS) lagi dibahas secara matang,” papar Billy.

Sejalan dengan itu, Honda, menurut dia, juga belum tentu merealisasikan semua rencana peluncuran pada tahun ini sesuai jadwal. Ada kemungkinan menundanya, jika situasi pasar otomotif nasional masih belum memungkinkan gara-gara pandemi Covid-19.

Virus Corona memang membuat runyam perekonomian plus penjualan mobil. Sejak pemerintah mengumumkan virus sudah masuk Indonesia pada 2 Maret 2020, virus pada bulan itu juga langsung menurunkan penjualan mobil.

Penjualan pada April, sebulan sebelum Lebaran Idul Fitri 2020, juga drop. Padahal, normalnya sebulan sebelum Lebaran menjadi momentum bagi para pabrikan otomotif untuk ‘panen’ penjualan.

Penjualan retail Honda pada Maret turun 10,5 persen jika dibandingkan dengan Februarinya, menjadi 10 ribu-an unit. Lalu, pada April, penjualan retail langsung terjun bebas 82 persen ketimbang sebulan sebelum itu.

Honda pun lantas memperpanjang penutupan sementara pabrik mereka di Karawang, Jawa Barat. Penutupan yang awalnya hanya direncanakan pada 13 – 24 April berlanjut sampai akhir Mei.

Mayoritas model Honda yang dijual di Indonesia sudah dirakit di pabrik berkapasitas 120 ribu unit per tahun ini. Ada city car dan LCGC Brio, MPV Mobilio, hatchback Jazz, serta SUV BR-V, HR-V, plus CR-V.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah merevisi target penjualan mobil 2020 secara drastis menjadi 600 ribu unit. Volume itu turun 40 persen jika dibandingkan capaian pasar otomotif Nusantara pada 2019. [Xan/Ari]

Mobil123