blesscar.co.id –

JAKARTA – Honda masih coba mereka-reka kondisi pasar otomotif 2020 di tengah terpaan pandemi virus Corona (Covid-19). Mereka mengaku belum bisa memprediksi capaian penjualan pada tahun ini.

Seperti diketahui, virus yang muncul di China pada akhir 2019 itu diketahui sudah masuk Indonesia ketika pemerintah mengumumkannya pada 2 Maret 2020. Hal tersebut langsung mengganggu perekonomian nasional, termasuk industri serta pasar otomotif.

Honda pun tak terkecuali. Penjualan mereka turun pada Maret hingga menyebabkan pabrik ditutup sementara.

Pada April, bulan pertama dimulainya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di banyak daerah, penjualan Honda terjun bebas 82 persen jika dibandingkan sebulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Ini membuat masa penutupan pabrik, yang awalnya hanya 13 – 24 April, diperpanjang sampai dengan akhir Mei.

“Untuk retail, penjualan kami sepanjang Januari – April mencapai 37.033 unit, atau turun sekitar 27 persen dibandingkan (periode yang sama) tahun lalu. Pencapaian tahun lalu itu 50.457 unit,” ucap Yusak Billy selaku Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor menjawab pertanyaan Mobil123.com dalam Diskusi Virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) beberapa waktu lalu.

Perubahan drastis pada pasar roda empat Tanah Air sejak datangnya pandemi membuat Honda harus menghitung ulang potensi capaian penjualan pada 2020. Namun, mereka bisa belum bisa menentukan figur angkanya saat ini.

“Untuk target, kayaknya sekarang masih terlalu dini untuk bisa mengetahuiya. Pandemi selesai kapan pun kami belum tahu. Jadi, fokus kami adalah pelayanan konsumen dulu. Kami akan selalu menyesuaikan (target) dengan kondisi terakhir,” jelas Billy lagi.

Dia menerangkan situasi pasar setiap saat bisa berubah-ubah gara-gara pandemi. Oleh karena itu, Honda akan menjalani tahun ini setahap dengan setahap.

“Tidak bisa langsung (pastikan) targetnya berapa,” pungkas dia.

Sebagai informasi, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Honda mencapai penjualan wholesales 137.339 unit pada 2019 atau turun 15,3 persen ketimbang setahun sebelum.

Secara retail, raihan mereka 149.439 unit atau turun 8,3 persen dibandingkan volume 2018. Honda menjadi merek mobil ketiga terlaris di Nusantara baik secara wholesales maupun retail.

Adapun total pasar mobil di Tanah Air pada 2019 adalah 1.030.126 unit (wholesales) atau 1.042.994 unit (retail). Untuk tahun ini, Gaikindo telah merevisi target dari awalnya tak jauh berbeda dengan tahun lalu menjadi hanya 600 ribu unit atau turun jauh 40 persen-an. [Xan/Ari]

Mobil123