blesscar.co.id –

JAKARTA – Daihatsu terpantau kembali menaikkan harga untuk hampir semua model mereka pada Mei 2020. Ini merupakan kenaikan harga kedua mereka dalam dua bulan.

Ini diketahui dari penelusuran Mobil123.com di situs resmi Daihatsu Indonesia. Amelia Tjandra selaku Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM), ketika dihubungi pada Selasa (12/5/2020), mengonfirmasi hal tersebut.

Ketika ditanya apakah ini terkait dengan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, ia mengiyakan. Tidak ada alasan selain faktor tersebut.

“Betul (karena fluktuasi kurs),” tulisnya melalui pesan singkat.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sekarang tidak sekuat pada awal 2020, khususnya sejak pemerintah mengumumkan masuknya pandemi virus Corona (Covid-19) ke Indonesia pada 2 Maret silam. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah yang pada awal tahun masih di kisaran Rp 13 – 14 ribu/dollar AS sempat melemah hingga Rp 16 ribu-an/dollar AS pada pertengahan Maret hingga pertengahan April.

Setelah itu, rupiah sedikit menguat yaitu Rp 15 ribu-an/dollar AS. Pada 11 dan 12 Mei, rupiah bahkan berada di level Rp 14.900-an/dollar.

Kecuali Sirion dan Gran Max Pick Up
Berdasarkan perbandingan harga Daihatsu Mei 2020 dari situs resmi dengan harga April 2020 dari berbagai sumber pemberitaan, diketahui bahwa ada enam model yang mengalami perubahan. Model-model itu adalah Xenia, Terios, Ayla, Sigra, Luxio dan Gran Max Minibus.

Sementara itu, harga dua model lain tidak diutak-atik. Adapun model yang dimaksud ialah Sirion serta Gran Max Pick Up.

Harga on-the-road Jakarta Xenia naik Rp 3,6 juta, sedangkan Terios naik Rp 3,5 juta. Ini menjadi kenaikan harga terbesar Daihatsu pada Mei 2020.

Selanjutnya ada Sigra yang banderolnya naik Rp 2 juta. Luxio dan Gran Max Minibus sama-sama naik Rp 1 juta, sementara Ayla naik tipis Rp 500 ribu.

Merek mobil lain yang sudah mengonfirmasi naik harga pada bulan ini adalah Toyota. Alasannya pun sama dengan ‘saudara’ mereka Daihatsu, yakni faktor fluktuasi kurs. Toyota sebelumnya juga telah menaikkan harga pada April 2020.

Koreksi banderol kedua merek di atas terjadi di tengah penurunan penjualan mobil nasional akibat pandemi virus Corona. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahkan telah mengubah target penjualan mobil tahun ini menjadi hanya 600 ribu unit.

Volume tersebut turun jauh 40 persen ketimbang capaian penjualan mobil pada 2019. Di tahun itu, transaksi jual-beli mobil (wholesales) mencapai 1,030 juta unit. [Xan/Ari]

Mobil123