blesscar.co.id –

JAKARTA – Grup Astra sejauh ini telah melonggarkan kredit kendaraan lebih dari 790 ribu nasabah, baik untuk roda dua maupun roda empat. Di antaranya mereka ada yang bekerja sebagai pengendara ojek online (ojol).

Berbagai perusahaan pembiayaan di bawah panji Grup Astra, seperti dijelaskan dalam keterangan resmi pada Rabu (20/5/2020), telah meloloskan pengajuan keringanan kredit kendaraan dari 792 ribu nasabah. Hal ini dilakukan sesuai dengan permintaan pemerintah untuk melakukan relaksasi kredit nasabah terdampak virus Corona (Covid-19) sejak 1 April 2020.

Nilai kredit yang dilonggarkan mencapai Rp 21,9 triliun. Angka tersebut merupakan 41 persen dari total restrukturisasi kredit di industri pembiayaan.

Menurut keterangan resmi OJK, sampai 1 April sampai dengan 17 Mei 2020, perusahaan-perusahaan pembiayaan telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp 52,9 triliun. Nilai itu didapat dari 1.793.352 kontrak yang telah disetujui untuk mendapatkan keringanan.

“Kami bersyukur, hingga 17 Mei 2020 atau 1,5 bulan setelah peraturan restrukturisasi tersebut diimplementasikan, total restrukturisasi yang disetujui di 3 Perusahaan Pembiayaan Astra Financial, yaitu ACC (Astra Credit Company), TAF (Toyota Astra Finance), serta FIFGROUP mencapai Rp 21,9 triliun yang dilakukan untuk 792.000 nasabah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia,” ungkap Suparno Djasmin, Director-In-Charge Astra Financial.

Sepeda Motor Paling Banyak
Nasabah kredit sepeda motor paling banyak dapat mendapatkan keringanan dari Grup Astra. Akan tetapi, dari sisi nilai restrukturisasi, kredit mobil yang lebih unggul.

Terdapat 683.000 nasabah cicilan motor yang mendapatkan kelonggaran cicilan. Adapun nilainya Rp 6,7 triliun.

“FIFGROUP, dengan jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia, berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan Pemerintah dan juga memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh nasabah di tengah masa dan tantangan yang sulit ini,” kata Margono Tanuwijaya, CEO FIFGROUP.

Adapun untuk kredit mobil, jumlah nasabahnya 78.000 orang. Nilai kredit mereka mencapai Rp 11 triliun.

“Dalam kondisi Covid-19 ini, kami berharap kita semua stay safe and healthy. Dalam rangka membantu nasabah yang sedang mengalami kesulitan, terutama akibat dampak pandemi Covid-19 ini, maka TAF telah aktif menawarkan program restrukturisasi bagi nasabah terdampak,” ujar Agus Prayitno, Presiden Direktur TAF.

Hal senada dikatakan Siswadi, Presiden Direktur ACC. Menurut dia, ini sesuai dengan visi ACC yaitu menjadi perusahaan pembiayaan pilihan nomor satu yang memberikan solusi menyeluruh.

Profil nasabah-nasabah yang mendapat keringanan kredit beranekaragam. Di roda empat ada Rudi Drajat, pengusaha di sektor penyuplai bahan bangunan di Surabaya. Di roda dua ada Umar Faruk, pengendara ojol di Balikpapan. [Xan/Ari]

Mobil123