blesscar.co.id –

JAKARTA – GoJek tetap memperluas jangkauan bisnis mereka di Indonesia pada masa pandemi virus Corona (Corona).

Startup yang didirikan Nadiem Makarim tersebut, melalui keterangan resmi pada akhir pekan lalu, mengumumkan kehadiran mereka di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ada empat layanan yang mereka berikan yaitu GoRide, GoFood, GoSend, serta GoPay.

Seremoni dimulainya operasional GoJek berlangsung pada MInggu (10/5/2020). Acara dihadiri antara lain oleh Bupati Bulukumba A. M.  Sukri.  A. Sappewali, District Head Gojek Makassar Adwin Pratama Anas, Senior Associate Government Relation Gojek Indonesia Timur Mohammad Khomeiny, dan District Operation Manager Gojek Makassar Kurniawan.

Bulukumba menjadi kabupaten/kota ke-210 di Indonesia yang memiliki layanan GoJek. Sejak berdiri pada 2010, mereka juga telah melakukan penetrasi ke 207 kota di lima negara Asia Tenggara.

Lebih lanjut, kepala daerah Bulukumba dalam kata sambutannya merasa senang dan mengapresiasi kehadiran GoJek di sana. Salah satu startup ‘unicorn’ Indonesia itu ia nilai dapat mendorong perekonomian dan membuat masyarakat memenuhi kebutuhan secara online sambil melakukan physical distancing (jaga jarak fisik) di dalam rumah.

“Kami mengapresiasi dan menyambut baik hadirnya Gojek di Bulukumba untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor informal dan UMKM. Masuknya Gojek ke Bulukumba juga membuka lapangan kerja dan menggairahkan perekonomian terutama di masa pandemi. Dengan adanya Gojek bisa membantu menumbuhkan pertahanan ekonomi, juga memutus rantai pandemi. Oleh karena itu, kesempatan ini saya harapkan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bulukumba  dengan Gojek serta stakeholder lain,” papar Sukri.

Bulukumba merupakan Kabupaten dengan perekonomian yang baik, didukung oleh sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), sumber hasil alam, serta objek wisata ternama “Tanjung Bira”. GoJek percaya kehadiran mereka dapat mengakselerasi perkembangan UMKM maupun pariwisata di sana.

“Rekam jejak GO-JEK di Indonesia merupakan sebuah contoh bagaimana teknologi mampu membuka peluang untuk akses dan inklusi, dimana mereka yang sebelumnya tidak tergabung dalam ekonomi modern, melalui teknologi yang dikembangkan Gojek, mampu terlibat dan bahkan terbekali untuk semakin berkembang,” ucap VP Gojek Regional Indonesia Bagian Timur Anandita Danaatmadja melalui pernyataan pers.

Hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2018 mengungkapkan Gojek telah berkontribusi Rp 16,5 Triliun per tahun terhadap perekonomian nasional dari penghasilan mitra driver. Sementara, dari mitra UMKM, nilainya Rp 18 miliar. [Xan/Ari]

Mobil123