Walau penjualan beberapa model Suzuki mengalami penurunan, namun Suzuki APV dan Carry meningkat secara signifikan

Jakarta, blesscar.co.id  –  Memasuki awal 2020, kondisi pasar otomotif nasional terpengaruhi oleh situasi politik yang naik turun, bencana banjir awal tahun 2020 juga membuat catatan bagi penjualan industri otomotif yang kurang baik. Terlebih lagi dengan adanya pandemi covid-19 yang dimulai sejak Maret 2020 lalu.

Hal ini juga berdampak pada target industri otomotif yang sebelumnya Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menargetkan penjualan mobil sepanjang tahun 2020 sebanyak 1,1 juta unit, kini di revisi dengan melakukan pengurangan target penjualan hampir 50 persen yaitu sebanyak 600 ribu unit hingga akhir tahun 2020.

Tentu saja hal ini berpengaruh pada penjualan semua APM (Agen Pemegang Merek) di Indonesia, termasuk Suzuki. Namun Sejalan dengan apa yang sudah diproiyeksikan bisnis otomotif, Suzuki tetap memprediksi penjualannya akan ada degradasi 40-50 persen dari target Suzuki selama masa pandemi covid-19 ini.

Jika ditelaah dari sisi market, terang Harold Donel selaku Head Product Development PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Suzuki masih terbilang beruntung, karena tidak semua market mengalami penurunan. Beberapa market juga mengalami peningkatkan selama periode Januari – April 2020 dibandingkan periode yang sama tahun 2019 lalu.

“Pada bulan Januari – April ini, retail Suzuki turun 29,5 persen dari tahun lalu periode yang sama. Tetapi, untuk market share Suzuki justru mengalami peningkatan menjadi 11,5 persen dibandingkan periode Januari – April 2019 lalu yang hanya meraih market share sebesar 9,3 persen,” imbuh Harold di Jakarta, baru-baru ini.

Penjualan terbesar Suzuki dihasilkan oleh Suzuki APV dan juga Carry Pick Up yang mendominasi penjualan Suzuki hampir 50 persen . Untuk APV yang disulap menjadi Ambulans banyak dipesan oleh rumah sakit di Jakarta dan juga Dinas Kesehatan yang telah memesan ratusan APV ambulans.

Dari fungsi inilah, APV menyumbangkan penjualan 70 persen dari total penjualan cab over. Dan juga Carry penjualannya secara market share meningkat menjadi 59 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 lalu yaitu 39%. Hal ini disebabkan karena adanya peremajaan angkot di Jabodetabek untuk program angkutan Jack Lingko

“Untuk penjualan APV Ambulans, kita memberikan paket harga yang sangat beragam tergantung dari perangkat kesehatan yang ditanam di mobil tersebut. Kalau untuk harga, kisaran harga APV ambulans dimulai dari harga Rp218,6 juta hingga Rp400 juta-an,” imbuh Harold.

Terkait strategi Suzuki yang mampu tumbuh di masa pandemi dibanding merek yang terkena dampak penjualan, diantaranya melakukan beberapa langkah seperti melalui program pemasaran dengan beberapa adjustment dan membuat new normal strategi. “Diantaranya, dalam internal mengedepankan efisiensi cost baik di produksi maupun sales. Namun disisi lain, market share juga turut dibantu untuk tetap bergerak agar tumbuh,” tukas Harold..

Pemasaran dan promosi diubah dari konvensional menjadi digital, lanjut Harold, untuk menarik minat konsumen dengan berbagai kegiatan program menarik dari penjualan maupun program aftersales. Diantaranya program Gift year festival mulai dari model pick up dan passenger, dengan hadiah bervariasi mulai gadget terbaru, laptop hingga sepeda motor.

“Tak hanya itu, strategi lain dilakukan Suzuki, bekerja sama dengan leasing untuk pembiayaan menjadi program low DP untuk pick up, angsuran Rp3 jutaan, dan bunga rendah untuk setiap pembelian produk Suzuki,” pungkas Harold.

Comments

0 comments


Click to comment

Leave a Reply

Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Okezone