blesscar.co.id –

BEIRUT – Lebanon tampaknya harus mendeportasi Carlos Ghosn, mantan chairman Nissan harus kembali ke Jepang agar bisa menyelamatkan perekonomian negaranya dengan bailout (dana talangan) dari International Monetary Fund (IMF).

Ghosn menjadi buronan di Jepang karena diduga melakukan penyimpangan keuangan saat Ia menjabat sebagai pimpinan Nissan. Namun, Ghosn berhasil melarikan diri ke negara asalnya, Lebabon dengan cara dimasukkan ke kotak musik.

Lebanon tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Jepang dan Ghosn pun menjadi orang bebas di negara tersebut. Meski demikian, pihak berwenang memberlakukan larangan perjalanan pada Januari setelah mengeluarkan Red Notice dan meminta agar Ghosn segera ditangkap.

Namun, nasib Ghosn mungkin akan menjadi lebih pelik karena namanya menjadi salah satu syarat untuk mencairkan dana talangan IMF. Padahal, dana talangan IMF menjadi sangat penting untuk menyelamatkan perekonomian Lebanon dalam masa pamdemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Agar Jepang menyetujui dana talangan IMF, maka Pemerintah Lebanon harus mengekstradisi Ghosn. Bila tidak maka mereka tidak akan memberikan bantuan keuangan. Jepang adalah salah satu kontributor utama IMF, jika Jepang memveto Lebanon maka IMF tidak akan memberikan dana,” ungkap Sakher El Hachem, Juru Bicara Nissan di Lebanon.

Pernyataan tersebut tentunya menegaskan Jepang bahwa mereka siap menggunakan pengaruhnya di IMF demi membawa kembali Carlos Ghosn. Padahal, Perdana Menteri Hassan Diab dikabarkan tengah mencari dana sebesar USD 10 milyar dari IMF untuk menutupi kerugian keuangan negara.

Ekstradisi ke Jepang
Jepang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Ghosn dan menghubungi Interpol untuk mendorong ekstradisinya. Bahkan Hiroyuki Yoshiie, perwakilan Menteri Kehakiman Jepang pun telah beberapa kali melakukan kunjungan ke Lebanon untuk mengajukan kasus deportasi Ghosn. Sayangnya, tidak ada informasi resmi tekait hasil kunjungan tersebut.

Sedangkan Michel Aoun, Presiden Lebanon mengatakan bahwa Ghosn telah masuk ke negaranya secara resmi menggunakan paspor Prancis. Ia pun dikabarkan telah bertemu dengan Ghosn setelah kejadian tersebut. Lebanon sendiri dikabarkan telah menghentikan masalah prosedur masuknya Ghosn ke negaranya sejak adanya pandemi Covid-19.

Sementara itu Ghosn mengaku Ia terpaksa melarikan diri karena tidak bisa mendapatkan pengadilan yang adil baginya di Jepang dan bisa mengancam nyawanya. Ia menyakini hal tersebut setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam penahanan dan berjuang untuk mendapatkan pembebasan dengan jaminan di bawah kondisi yang ketat. [Adi/Ari]

Mobil123