blesscar.co.id –

JAKARTA – ‘New normal’, atau kehidupan normal dengan norma-norma baru di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) tak lama lagi diterapkan. Sudah saatnya Anda mengecek kondisi mobil yang lama menganggur di garasi.

Virus Corona diketahui masuk Indonesia lewat pengumuman pemerintah pada 2 Maret 2020. Pada pertengahan bulan itu, masyarakat mulai bekerja maupun belajar di rumah untuk menghindari penularan dan penyebarluasan virus.

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di banyak daerah mulai April membuat makin banyak lagi sektor bisnis yang tutup sementara atau pun bekerja dari rumah. Mobil pun, akhirnya, menjadi jarang dipakai dan terparkir lama di garasi.

Namun, pemerintah sedang mempersiapkan penerapan new normal secara bertahap mulai Juni ini, sehingga aktivitas di luar rumah pun berangsur-angsur riuh dan tentu saja kendaraan Anda tidak lagi ‘makan gaji buta’. Tapi, setelah lama tak digunakan secara maksimal, tentu Anda mesti mengecek lagi kondisinya.

Berikut ini adalah tips simpel mengecek sendiri kondisi mobil sebelum menggunakannya di masa new normal, seperti dikutip dari keterangan resmi Auto2000 akhir pekan lalu. Pemeriksaan terbagi menjadi tiga bagian yakni sebelum menyalakan mesin, pemeriksaan dengan menyalakan mesin, dan pemeriksaan dengan berkendara.

Jika ada masalah di dua tahapan ini, segera hubungi bengkel resmi kepercayaan Anda. Untuk mobil-mobil Toyota, Auto2000 menyediakan layanan Toyota Home Service (THS) sehingga Anda tak perlu keluar rumah.

Pemeriksaan Sebelum Menyalakan Mesin
1. Ban dan Kolong Mobil
Pertama sekali, cek kecukupan tekanan angin serta kondisi ban termasuk juga ban serep. Lalu, lihat di kolong mobil untuk pastikan tidak ada hal-hal ganjil seperti misalnya tetesan oli.

2. Buka Kap Mesin
Buka kap mesin, kemudian cek ketinggian oli melalui dipstick. Pastikan ketinggiannya berada di antara ‘high’ dan ‘low’. Warna oli pun perlu diamati, untuk menentukan kelayakannya. Salah satu tanda masalah pada oli maupun sistem pelumasan adalah jika warnanya serupa kopi susu, yang menandakan kemungkinan terkontaminasi air.

Setelahya cek kecukupan air radiator, washer wiper, minyak rem, dan air aki serta pastikan tidak ada kebocoran. Periksa kondisi terminal aki, juga sambungan dan jalur kabel karena ada risiko sistem kelistrikan digigit tikus saat lama mangkrak di garasi. Lihat kekencangan fan belt untuk menjamin semua dapat beroperasi dengan baik saat dipakai.

Pemeriksaan dengan Menyalakan Mesin
1. Cek kinerja kelistrikan 
Masukkan kunci ke kontak dan sebelum mesin benar-benar dinyalakan coba nyalakan klakson serta mainkan lampu luar. Jika tak berjalan lancar, berarti ada masalah di sistem kelistrikan atau aki.

Putar kunci kontak ke posisi ‘ON’, kemudian lihat apa ada lampu indikator yang mati. Jika tidak ada, nyalakan mesin. Kalau mesin susah dinyalakan atau malah tidak bisa, ada kemungkinan aki soak.

2. Nyalakan Mesin, Dengar, dan Cek Indikator Lagi 
Setelah bisa menyalakan mesin, diamkan beberapa saat agar oli mesin bersirkulasi baik. Perhatikan apakah ada suara aneh timbul, yang menandakan adanya potensi masalah. Jika ada, sebisa mungkin cari sumber suaranya.

Perhatikan lagi lampu indikator, apakah kerjanya abnormal seperti mati atau berkedip-kedip. Jika tidak, coba fungsikan fitur-fitur model seperti lampu, audio, AC, Power Window, lampu sein, wiper secara bersamaan untuk memastikan lagi tidak ada masalah pada sistem kelistrikan.

3. Mainkan Pedal Gas
Coba mainkan pedal gas saat mobil menyala untuk mendeteksi apakah suara mesin tersendat atau putaran mesin tak stabil ketika idle. Pada saat bersamaan, lagi-lagi cek lampu indikator untuk berjaga-jaga ada lampu yang abnormal.

Pemeriksaan dengan Berkendara
1. Cek Sebelum Jalan
Masukkan transmisi ke gigi ‘D’ atau gigi 1 dan rasakan apakah ada masalah saat proses mobil berjalan di awal. Maju perlahan dan injak rem sedikit untuk memastikannya bekerja dengan baik.

2. Cek Saat Jalan
Kendarai mobil di sekitar rumah dalam kecepatan santai. Rasakan apakah ada bunyi pada kaki-kaki, juga rasakan kinerja rem plus setir. Periksa level bensin dan jika dibutuhkan isi segera setidaknya separuh tangki untuk kurangi risiko bensin terkontaminasi uap air. [Xan/Ari]

Mobil123