blesscar.co.id –

JAKARTA – Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengingatkan ancaman hukuman bagi para pelaku penyelundupan pemudik di masa pandemi virus Corona (Covid-19).

Lelaki berpangkat Letnan Jendral tersebut, dalam konferensi pers virtual, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi adanya sejumlah agen perjalanan (travel) yang berusaha menjaring para pemudik. Padahal, pemerintah sudah melarang mudik Lebaran 2020 untuk mencegah penularan serta penyebarluasan virus Covid-19.

“Sekali lagi, kalau ini ketahuan dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat di daerah asal atau kampungnya, maka mereka yang melanggar ketentuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dikenai Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 yaitu penjara dan denda,” tegasnya sambil mengenakan seragam dinas angkatan darat berwarna hijau pada awal pekan ini.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan larangan mudik sejak 24 April hingga 31 Mei mendatang. Ini berlaku bagi seluruh daerah yang menerapkan PSBB atau berstatus zona merah Corona.

Sejak 8 Mei kemarin, para aparat keamanan yang bertugas di lapangan juga mulai melakukan penindakan sesuai sanksi. Adapun sanksi terberat adalah penjara satu tahun atau denda Rp 100 juta.

Akan tetapi, di dalam kondisi ini, muncul jasa penyelundupan pemudik. Mereka memfasilitasi warga yang tak peduli dengan larangan dan membawa mereka pulang ke kampung halaman dengan berbagai modus operandi.

Doni untuk kesekian kalinya meminta masyarakat patuh aturan dan tak mudik, demi keselamatan serta kesehatan keluarga plus lingkungan sekitar. Ia mencontohkan dirinya serta para anggota Gugus Tugas lain yang sudah cukup lama tak bertemu keluarga karena khawatir menularkan virus.

“Kami di Gugus Tugas Pusat sudah masuk minggu kesembilan berkantor dan berumah di kantor. Kami tidur di kantor. Ini untuk buktikan kami serius dan kami juga berharap berbagai unsur masyarakat di semua daerah juga serius karena ini adalah masalah bersama bangsa kita. Ini adalah upaya yang harus dilakukan tidak bisa sendirian. Kesabaran kita, kedisiplinan kita akan bisa lindungi diri kita dan keluarga kita termasuk masyarakat di sekitar,” sebutnya.

Pemerintah baru-baru ini kembali mengizinkan seluruh moda transportasi antar kota dan antar provinsi beraktivitas lagi. Terkait hal tersebut, Doni kembali menegaskan bahwa larangan mudik tetap berlaku.

“Sekali lagi, kami ingatkan tidak ada mudik, titik!,” pungkasnya. [Xan/Ari]

Mobil123