blesscar.co.id –

JAKARTA – Daihatsu mengatakan bahwa satu karyawannya meninggal dunia karena tertular virus Corona (Covid-19). Namun, berdasarkan penelusuran, ia terpapar virus setelah bekerja di rumah (Work From Home/WF).

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan satu karyawan mereka terbukti positif Covid-19 dan tutup usia pada 26 April 2020. Karyawan tersebut sudah WFH sejak 20 Maret karena masuk dalam kriteria karyawan mudah terkena Covid-19, yaitu berumur 50 tahun plus punya riwayat penyakit kronis.

“Sehingga, bisa kami pastikan yang bersangkutan saat terkena sedang tidak berada di area ADM,” ucap Amel kepada Mobil123.com via pesan singkat pada Senin (18/5/2020).

Manajemen, lanjut dia, tetap bergerak cepat untuk memastikan tidak ada penularan kepada karyawan lain. Agen pemegang merek asal Jepang ini melakukan tracing (pelacakan) terhadap setiap karyawan yang pernah kontak dengan yang bersangkutan.

Setelah itu semuanya dites. Seluruhnya menunjukkan hasil negatif.

“Selain yang bersangkutan, sampai sekarang belum ada karyawan lain yang terindikasi positif Covid-19,” tegasnya.

Amelia menambahkan bahwa sebenarnya, sebelum kasus ini, Daihatsu sudah melakukan penyemprotan disinfektan untuk semua area kerja secara regular, untuk memastikan kebersihannya. Kemudian, sejalan dengan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mereka juga sudah menghentikan produksi mulai tanggal 10 April 2020.

“Karyawan adalah aset yang berharga bagi ADM. Karena itu, untuk seluruh area ADM kami pastikan semua protokol pencegahan Covid-19 diterapkan sesuai aturan pemerintah, dan kami juga menghimbau untuk tetap menjaga kesehatan walaupun berada di luar kantor,” tukas dia.

Seperti diketahui, virus Corona diketahui masuk Indonesia pada 2 Maret 2020. Berdasarkan data terakhir per 17 Mei, jumlah kasus terkonfirmasi positif terinfeksi mencapai 17.514 (4.129 kasus sembuh, 1.148 kasus meninggal dunia).

Virus yang sudah dikategorikan World Health Organization (WHO) sebagai pandemi global ini telah mengganggu perekonomian dan mendisupsi pasar otomotif nasional. Sejak virus masuk, penjualan mobil turun, apalagi pada April kemarin.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah merevisi target penjualan sejak awal pandemi di Tanah Air. Target yang awalnya 1,050 juta—tak jauh beda dari capaian 2019 yang 1,030 juta unit—dikoreksi menjadi hanya 600 ribu unit. [Xan/Ari]

Mobil123